Mengenal BESS, Teknik Bedah Minim Rasa Sakit untuk Nyeri Tulang Belakang

Kamis, 27 Januari 2022 - 20:30 WIB
loading...
Mengenal BESS, Teknik...
Nyeri tulang belakang menjadi salah satu gangguan yang paling banyak dialami oleh manusia. Foto Ilustrasi/Freepik
A A A
JAKARTA - Nyeri tulang belakang menjadi salah satu gangguan yang paling banyak dialami oleh manusia. Sekitar 80 persen penduduk dunia setidaknya pernah mengalami gangguan pada tulang belakang.

Penyebabnya bisa dipicu banyak faktor, mulai aktivitas sehari-hari yang salah, kegemukan, salah posisi, trauma tulang belakang (contoh, pernah jatuh terduduk hingga kecelakaan), saraf terjepit, kelainan kongenital tulang bekalang, gangguan akibat ifeksi dan tumor, sampai kelainan karena proses penuaan. Beberapa di antaranya bahkan sampai memerlukan perawatan lebih lanjut.

Baca Juga: Nyeri Tulang Belakang Bisa Diatasi Cepat dengan Teknologi Terkini BESS

Seiring dengan kemajuan teknologi, tindakan solusi untuk mengatasi nyeri gangguan tulang belakang di Indonesia semakin pesat. Tindakan medis seperti teknologi endoskopi PELD (Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy) familiar sebagai solusi masalah tulang belakang.

Di sisi lain, saat ini sudah ada juga yang dinamakan Biportal Endoscopic Spinal Surgery (BESS). BESS merupakan tindakan operasi bedah berteknologi tinggi yang minim invasif atau dengan kata lain minim luka sehingga menimalkan rasa sakit dan mengurangi adanya risiko kerusakan.

Baca Juga: Kurang Vitamin D Bisa Menyebabkan Tulang Belakang Menyusut

Pembedahan dilakukan dengan teknik terbaru Minimally Invasive Spine Surgery, sehingga pasien tidak perlu lagi melakoni pembedahan terbuka atau open surgery.

“Secara teknologi, tujuannya kan memperkecil risiko, menimalisasi kerusakan otot pada tulang punggung. Kerusakan pada jaringan tulang itu diminimalkan,” ujar Dr. dr. Wawan Mulyawan, Sp. BS, Sp. KP dalam webinar Metode Dekomperasi Saraf Terjepit Tulang Belakang Generasi Terkini RSU Bunda Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Ketika dilakukan tindakan BESS, dokter tak lagi berpusat melihat tubuh pasien. Pandangan seperti disebut dr. Wawan, jadi bisa lebih dikontrol karena sudah ada kamera yang masuk ke dalam tubuh pasien.

“Enggak perlu nunduk-nunduk ke tubuh pasien lagi, fokus ke layar saat tindakan. Jadi lebih kontrol view,” tambahnya.

Alat-alat operasi yang biasanya dipakai pada tindakan open surgery atau operasi konvesional, masih bisa dipakai lebih mudah dan luas. Dengan rasa sakit serta risiko kerusakan yang diminimalkan, maka secara tidak langsung recovery atau proses pemulihan pasien bisa lebih cepat, pendarahan bisa lebih dikontrol, dan bekas lukanya dalam kurun waktu satu atau dua bulan sudah bisa tidak terlihat lagi.

Bahkan jika pasien yang hendak melakukan BESS pernah melakukan tindakan operasi pemasangan pen di tulang belakang, bedah BESS sebagai tindakan tambahan tetap bisa dilakukan dengan tidak perlu membongkar pasang pen yang sudah ada pada pasien.

Lalu, apakah tindakan BESS ini bisa diterapkan pada pasien semua usia?

Dokter Wawan menjawab, usia bukan kriteria khusus tindakan BESS ini. Sebab yang terpenting kondisi pasien saat jelang tindakan BESS adalah cukup sehat.

“Ya bisa. Dokter anastesi yang memutuskan apakah pasien cukup sehat atau tidak. Kalau diputuskan berbahaya, kita perbaiki kondisi pasiennya dulu sampai cukup baik, baru dilakukan tindakan,” tutupnya.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RS MMC Luncurkan Bedah...
RS MMC Luncurkan Bedah Robotik Generasi Baru: Operasi Kompleks Bisa Dilakukan dari Jarak Jauh
Bedah Tulang Bisa Dilakukan...
Bedah Tulang Bisa Dilakukan Lbih Presisi dan Minim Cedera dengan Spinal Neuronavigation
Skoliosis Yuki Kato...
Skoliosis Yuki Kato Memburuk saat Syuting, Kenali Ciri dan Cara Perawatannya
Mengenal Penyakit Tulang...
Mengenal Penyakit Tulang Belakang, Mulai Menyerang Usia 30-an Akibat Duduk Kelamaan
Malaysia Usung Teknologi...
Malaysia Usung Teknologi Medis Terbaru dalam Konferensi Kesehatan Internasional MIH Megatrends 2024
Tingkatkan Keahlian...
Tingkatkan Keahlian Kedokteran Nuklir di ASEAN, Siemens Healthineers dan RAD-AID International Latih para Nakes
Jalani Terapi Stem Cell...
Jalani Terapi Stem Cell Bersama Deby Vinski, Surya Paloh Pilih Celltech Stem Cell Centre
RSPPN Panglima Besar...
RSPPN Panglima Besar Soedirman Hadirkan Inovasi Terapi Stem Cell Berbasis C-Arm
Praktik Kedokteran Gigi...
Praktik Kedokteran Gigi Urban Kian Digital dan Berorientasi pada Pasien
Rekomendasi
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Prinsip Berkelanjutan,...
Prinsip Berkelanjutan, Jasa Marga Tingkatkan Pengelolaan Green Toll Road
MNC Bank Jambi Serahkan...
MNC Bank Jambi Serahkan Hadiah Motor Program Tabungan Dahsyat
Berita Terkini
Soroti Kasus Penyekapan...
Soroti Kasus Penyekapan di Bandung, Veronica Tan Ingatkan Bahaya Hubungan Toxic
Sarwendah Laporkan Ruben...
Sarwendah Laporkan Ruben Onsu ke KPAI Terkait Pengasuhan dan Nafkah Anak
Juara MasterChef Indonesia...
Juara MasterChef Indonesia Ini Pernah Kesurupan, Pengakuan Stephanie Mayerson Ini Bikin Bulu Kuduk Merinding
Menekraf Tegaskan AI...
Menekraf Tegaskan AI Hanya Asisten, Bukan Pengganti Kreator atau Musisi
Menekraf Teuku Riefky...
Menekraf Teuku Riefky Dorong Musisi Lokal Eksis di Panggung Global
Lagu Sedia Aku Sebelum...
Lagu Sedia Aku Sebelum Hujan Viral di Australia, Gita Idgitaf Ungkap Sempat Tertekan
Infografis
Mengenal Child Grooming:...
Mengenal Child Grooming: Bahaya Manipulasi Psikologis yang Dialami Aurelie Moeremans
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved