CDC Eropa Sebut Vaksin Booster Mampu Tekan Jumlah Pasien Rawat Inap di RS
Sabtu, 29 Januari 2022 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Direktur ECDC, Dr. Andrea Amon, meskipun intensitas sirkulasi virus di masyarakat sangat tinggi, negara-negara dengan cakupan vaksinasi yang tinggi mengalami dampak relatif lebih kecil dalam hal kebutuhan perawatan intensif dan kematian dibandingkan dengan gelombang sebelumnya.
Sementara, Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) menganjurkan pemberian vaksinasi booster untuk memperbaiki efektivitas vaksin yang telah menurun. Juga untuk meningkatkan dan memperpanjang masa perlindungan setiap individual.
"Vaksinasi booster adalah vaksinasi Covid-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis lengkap yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan," sebut mereka dikutip dari laman Kemenkes.
Baca juga: 3 Gejala Kolesterol Tinggi di Jari Kaki yang Sering Tak Disadari
Perlu diketahui, vaksinasi booster telah digelar pemerintah dengan sasaran masyarakat usia 18 tahun ke atas dengan prioritas kelompok Lansia dan penderita imunokompromais.
Sementara, Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) menganjurkan pemberian vaksinasi booster untuk memperbaiki efektivitas vaksin yang telah menurun. Juga untuk meningkatkan dan memperpanjang masa perlindungan setiap individual.
"Vaksinasi booster adalah vaksinasi Covid-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis lengkap yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan," sebut mereka dikutip dari laman Kemenkes.
Baca juga: 3 Gejala Kolesterol Tinggi di Jari Kaki yang Sering Tak Disadari
Perlu diketahui, vaksinasi booster telah digelar pemerintah dengan sasaran masyarakat usia 18 tahun ke atas dengan prioritas kelompok Lansia dan penderita imunokompromais.
(nug)
Lihat Juga :