Tradisi Wajib saat Imlek, Ini Makna Pemberian Angpau

Minggu, 30 Januari 2022 - 18:03 WIB
loading...
Tradisi Wajib saat Imlek, Ini Makna Pemberian Angpau
Angpau menjadi tradisi wajib saat perayaan Imlek. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Selain Barongsai dan kue keranjang ada satu lagi tradisi yang wajib dilakukan saat perayaan Tahun Baru Imlek yaitu pemberian angpau.Perayaan Tahun Baru China atau lebih dikenal sebagai Imlek identik dengan pemberian Angpau kepada anak-anak kecil.

Namun, tahukah Anda apa makna pemberian angpau ? Dilansir dari berbagai sumber, berikut penjelasannya:

Angpau dalam bahasa China berarti bungkusan atau amplop merah yang biasanya berisikan sejumlah uang sebagai hadiah menyambut tahun baru Imlek atau perayaan lainnya. Warna merah dalam kebudayaan Tionghoa melambangkan kebaikan dan kesejahteraan.

Selain itu, merah juga melambangkan semangat dan harapan akan nasib yang lebih baik. Tradisi angpau sebenarnya tidak hanya diberikan saat perayaan Imlek saja.

Akan tetapi, memberikan angpao juga dilakukan saat momen bergembira lainnya seperti pernikahan, ulang tahun, rumah baru, dan masih banyak lagi.

Baca Juga : Jelang Imlek, IHSG Masih Dihantui Sentimen Suku Bunga dan Inflasi

Pemberian Angpau pada saat perayaan Imlek memiliki arti khusus dalam kebudayaan Tionghoa yaitu sebagai hadiah kepada anak-anak saat pergantian tahun.

Dahulu, pemberian angpau ini biasanya dalam bentuk permen, manisan, dan makanan. Namun, seiring perkembangan waktu, agar anak-anak lebih luasa dalam memilih hadiah, maka angpau diberikan dalam bentuk uang.

Berbeda dengan tradisi memberikan uang saat hari Raya Idul Fitri, angpau harus diberikan kepada seseorang yang telah menikah.

Bagi etnis Tionghoa, pernikahan merupakan simbol kedewasaan dan kemapanan. Oleh karenanya, bagi mereka yang telah menikah wajib hukumnya memberikan angpau karena dianggap mampu secara ekonomi.

Bagi mereka yang sudah dewasa dan belum menikah, sebaiknya tidak memberikan angpau karena dipercaya dapat menjauhkan jodoh.

Baca Juga : Daftar Makanan Ini Pantang Dihidangkan saat Imlek, Disebut Pembawa Sial
(wur)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3058 seconds (10.177#12.26)