Candra Naya, Bangunan Heritage Tionghoa yang Berdiri Kokoh di Tengah Kota Jakarta

Senin, 31 Januari 2022 - 05:31 WIB
loading...
Candra Naya, Bangunan...
Candra Naya bisa menjadi salah satu destinasi untuk merayakan tahun baru Imlek pada 1 Februari besok. Foto/Twitter @adriansyahyasin
A A A
JAKARTA - Candra Naya bisa menjadi salah satu destinasi untuk merayakan tahun baru Imlek pada 1 Februari besok. Bangunan kuno yang terletak di Jalan Gajah Mada 188, Jakarta, ini menyuguhkan nuansa budaya Tionghoa yang sangat kental.

Ini bisa dilihat secara jelas dari arsitektur bangunannya. Meski sudah banyak bangunan tinggi dan mal-mal di sekelilingnya, bangunan Candra Naya tetap berdiri kokoh dengan gaya klasiknya, seolah tak disentuh oleh zaman.

Baca Juga: Tradisi Bersih-bersih Rumah Jelang Imlek, Apa Sih Maknanya?

Dikutip dari situs Cagar Budaya Kemdikbud, Minggu (30/1/2022), Candra Naya adalah rumah kediaman Mayor China Khouw Kim An yang lahir di Batavia pada 5 Juni 1879. Tugas mayor Tionghoa pada masa itu adalah mengurusi kepentingan masyarakat Tionghoa di zaman Hindia Belanda. Di sisi lain, Khouw Kim An juga seorang pengusaha dan pemegang saham Bataviaasche Bank.

Khouw Kim An mulai menempati Candra Naya pada 1934 setelah sebelumnya tinggal di Bogor. Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942, Khouw Kim An ditangkap dan dimasukkan dalam kamp konsentrasi hingga wafat di Cimahi pada 13 Februari 1945.

Baca Juga: Tradisi Wajib saat Imlek, Ini Makna Pemberian Angpau



Pada 1992, Candra Naya dijual kepada Modern Group yang dimiliki oleh Samadikun Hartono. Mulanya, Candra Naya direncanakan untuk direlokasi ke Taman Mini Indonesia Indah, namun Sutiyoso, Gubernur DKI Jakarta pada 2003, tidak menyetujui usulan tersebut.

Candra Naya, Bangunan Heritage Tionghoa yang Berdiri Kokoh di Tengah Kota Jakarta


Usulan atas pemindahan ini juga mendapat tentangan keras dari para pecinta bangunan tua. Mereka tidak setuju jika sebuah bangunan heritage (pusaka) dipindahkan dari habitat aslinya demi kepentingan bisnis semata.

Akhirnya pada Februari 2012, bangunan utama Candra Naya berhasil diselamatkan dan menjadi bagian dari kompleks hunian dan komersial terpadu Green Central City (GCC). Ya, bangunan kuno ini dikelilingi dua menara apartemen dengan total 844 unit, griya tawang, ruang komersial, dan perkantoran di sekitarnya.

Bangunan sayap kiri-kanan dan gazebo pun dibangun kembali setelah sebelumnya dibongkar total. Sedangkan bangunan belakang yang berlantai dua dan mempunyai "sayap" di kiri-kanannya tidak berhasil diselamatkan karena telah dibongkar untuk selamanya.

Hal ini lantas menjadi perdebatan para netizen di Twitter setelah akun @adriansyahyasin membuat cuitan terkait bangunan kuno ini. Pasalnya, sang pemilik akun merasa heran dengan perizinan pembangunan gedung modern di sekeliling bangunan bersejarah itu.

"Berdiri kokoh di antara mal dan apartemen. Harusnya jadi pertanyaan kenapa dulu ada yang mengijinkan gedung bersejarah ini tega ditimpa sama bangunan modern yang gak berkarakter," cuitnya.

Cuitan itu menuai beragam reaksi netizen. Banyak yang sependapat dengannya. Tak sedikit juga yang menyayangkan hal tersebut.

"Betuuull pas ngeliat ini gedung bagus banget terus liat yg menjulang be like gak nyambung dan aneh banget," sahut netizen.

"Bener banget yaaaa," balas netizen lain.

"Akses cahaya jadi jelek belum lagi udara dan polusi," timpal netizen lain.

"Serem lihat dua jembatan di kedua ujung gedung ambruk," kata yang lain.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cap Go Meh Gala Feast...
Cap Go Meh Gala Feast Hidupkan Warisan Peranakan di House of Tugu Jakarta
Unik dan Sarat Makna,...
Unik dan Sarat Makna, Masjid Tjia Kaang Hoo Hadir dengan Nuansa Tionghoa di Jakarta Timur
Sarwendah Ungkap Momen...
Sarwendah Ungkap Momen yang Hilang di Hari Imlek Usai Kepergian Sang Ayah
Tanpa Nuansa Merah,...
Tanpa Nuansa Merah, Sarwendah Rayakan Imlek dengan Sederhana Demi Hormati Kepergian Sang Ayah
Setelah Imlek, Klenteng...
Setelah Imlek, Klenteng Toasebio Bakal Gelar Lok Thung pada Perayaan Cap Go Meh
Tina Toon Akhirnya Umumkan...
Tina Toon Akhirnya Umumkan Wajah Anak di Momen Imlek setelah Setahun Dirahasiakan
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Antara “One China...
Antara One China Policy dan Dua Realitas Politik
Rekomendasi
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Berita Terkini
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved