Berhubungan Seks Saat Pandemi Tetap Aman, Ini Aturannya!
Sabtu, 13 Juni 2020 - 18:28 WIB
loading...
Bercinta saat pandemi virus corona tetap aman dilakukan, asalkan Anda dan pasangan memgikuti aturannya. Apa saja? Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Tiga dokter Harvard memeriksa kemungkinan infeksi virus corona baru dalam sejumlah kegiatan seks.
Sementara, untuk mencegah infeksi saat berhubungan seks di antara pasangan yang belum mengisolasi bersama, yakni dengan memakai masker dan menghindari ciuman. Ini sesuai dengan rekomendasi yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine.
Dilansir CNN, transmissibility seksual virus corona baru ini belum ketat dipelajari, tapi covid-19 adalah penyakit pernapasan yang sangat menular dan menyebar melalui droplet seperti batuk, bersin dan meludah. (Baca juga: 10 Lokasi Syuting Film Marvel yang Bisa Dikunjungi ).
"Implikasi kesehatan seksual dari rekomendasi ini telah mendapat sedikit perhatian, meskipun tampaknya semua bentuk kontak seksual secara langsung membawa risiko untuk penularan virus," kata Dr. Jack Turban, penulis utama studi dan penduduk di Harvard Medical School yang mempelajari kesehatan mental pemuda transgender.
Seks menempatkan pasangan dalam jarak yang dekat sehingga pasangan cenderung terpapar droplet. Karena diperkirakan 35% dari pasien Covid-19 tidak menunjukkan gejala, seks dapat menjadi faktor utama untuk infeksi.
Sementara, untuk mencegah infeksi saat berhubungan seks di antara pasangan yang belum mengisolasi bersama, yakni dengan memakai masker dan menghindari ciuman. Ini sesuai dengan rekomendasi yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine.
Dilansir CNN, transmissibility seksual virus corona baru ini belum ketat dipelajari, tapi covid-19 adalah penyakit pernapasan yang sangat menular dan menyebar melalui droplet seperti batuk, bersin dan meludah. (Baca juga: 10 Lokasi Syuting Film Marvel yang Bisa Dikunjungi ).
"Implikasi kesehatan seksual dari rekomendasi ini telah mendapat sedikit perhatian, meskipun tampaknya semua bentuk kontak seksual secara langsung membawa risiko untuk penularan virus," kata Dr. Jack Turban, penulis utama studi dan penduduk di Harvard Medical School yang mempelajari kesehatan mental pemuda transgender.
Seks menempatkan pasangan dalam jarak yang dekat sehingga pasangan cenderung terpapar droplet. Karena diperkirakan 35% dari pasien Covid-19 tidak menunjukkan gejala, seks dapat menjadi faktor utama untuk infeksi.
Lihat Juga :