Anak Omicron Sudah Mendominasi 10 Negara, WHO: Tidak Ada Perbedaan Dalam Hal Keparahan
Jum'at, 18 Februari 2022 - 17:05 WIB
loading...
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut subvarian Covid-19 Omicron, BA.2. Son of Omicron atau anak Omicron kini sudah mendominasi di 10 negara. foto/ilustrasi/Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Kasus Covid-19 varian Omicron yang sedang melonjak, tidak menutup kemungkinan varian lainnya pun ikut bermunculan. Terlebih menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) subvarian Covid-19 Omicron, BA.2. "Son of Omicron" atau "anak Omicron" kini sudah mendominasi di 10 negara.
Melansir dari livemint bahwa varian BA.2 lebih menular dari BA.1, hal itu diketahui berdasarkan dari sejumlah penelitian yang sedang dilakukan membandingkan sub-garis keturunan yang berbeda dari Omicron.
“Sekarang di antara semua subvarian, BA.2 lebih menular daripada BA.1. Namun, tidak ada perbedaan dalam hal keparahan," ujar Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip, Jumat (18/2/2022)
Laporan Epidemiologis Mingguan Covid-19 WHO yang terbit Selasa (15/2/2022), WHO menyebut dominasi BA.2 lebih dari 50% di Bangladesh, China, Denmark, Guam, India, Montenegro, Nepal, Pakistan, Brunei Darussalam dan Filipina.
Baca Juga: Omicron di Jateng Meningkat, Polri Lakukan Langkah Ini
">Melansir dari livemint bahwa varian BA.2 lebih menular dari BA.1, hal itu diketahui berdasarkan dari sejumlah penelitian yang sedang dilakukan membandingkan sub-garis keturunan yang berbeda dari Omicron.
“Sekarang di antara semua subvarian, BA.2 lebih menular daripada BA.1. Namun, tidak ada perbedaan dalam hal keparahan," ujar Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip, Jumat (18/2/2022)
Laporan Epidemiologis Mingguan Covid-19 WHO yang terbit Selasa (15/2/2022), WHO menyebut dominasi BA.2 lebih dari 50% di Bangladesh, China, Denmark, Guam, India, Montenegro, Nepal, Pakistan, Brunei Darussalam dan Filipina.
Baca Juga: Omicron di Jateng Meningkat, Polri Lakukan Langkah Ini
WHO menunjukkan bahwa semua varian virus corona lainnya, termasuk alfa, beta, dan delta, terus menurun secara global karena omicron menyingkirkannya. Di antara lebih dari 400.000 urutan virus COVID-19 yang diunggah ke database virus terbesar dunia dalam sepekan terakhir, lebih dari 98% adalah omicron.