Gejala Omicron yang Muncul saat Makan, Waspadai Sebelum Terlambat
Selasa, 22 Februari 2022 - 12:55 WIB
loading...
Gejala Omicron yang muncul saat makan penting untuk diwaspadai. Terlepas dari gejala klasik Covid-19, Omicron menyebabkan gejala yang sedikit lebih berbeda. Foto/Eat This
A
A
A
JAKARTA - Gejala Omicron yang muncul saat makan penting untuk diwaspadai. Terlepas dari gejala klasik Covid-19 , Omicron menyebabkan serangkaian gejala yang sedikit lebih berbeda. Meskipun ringan, dapat menyesatkan orang dalam diagnosisnya.
Dilansir dari Times of India, Selasa (22/2/2022) menurut para peneliti di ZOE COVID Study Inggris, telah terjadi peningkatan tajam pada gejala gastrointestinal termasuk diare, sakit perut, dan rasa mual, di antara orang yang terinfeksi Omicron.
Peneliti menemukan dua gejala Omicron yang bisa muncul saat makan adalah kehilangan nafsu makan atau melewatkan makan. Aplikasi ZEO COVID Study juga menyoroti hilangnya nafsu makan sebagai salah satu tanda awal Covid-19 pada tahun lalu.
Namun, peneliti menegaskan bahwa melewatkan makan untuk waktu yang singkat bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Kehilangan nafsu makan yang terus-menerus pada orangtua bisa menjadi pertanda ada sesuatu yang salah dan harus dikonsultasikan dengan dokter.
Baca Juga: Omicron Siluman BA.2 Picu Infeksi Lebih Parah, Berikut Ini Gejalanya
">
Dilansir dari Times of India, Selasa (22/2/2022) menurut para peneliti di ZOE COVID Study Inggris, telah terjadi peningkatan tajam pada gejala gastrointestinal termasuk diare, sakit perut, dan rasa mual, di antara orang yang terinfeksi Omicron.
Peneliti menemukan dua gejala Omicron yang bisa muncul saat makan adalah kehilangan nafsu makan atau melewatkan makan. Aplikasi ZEO COVID Study juga menyoroti hilangnya nafsu makan sebagai salah satu tanda awal Covid-19 pada tahun lalu.
Namun, peneliti menegaskan bahwa melewatkan makan untuk waktu yang singkat bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Kehilangan nafsu makan yang terus-menerus pada orangtua bisa menjadi pertanda ada sesuatu yang salah dan harus dikonsultasikan dengan dokter.
Baca Juga: Omicron Siluman BA.2 Picu Infeksi Lebih Parah, Berikut Ini Gejalanya