Beresiko Tingkatkan Penyakit Kronis, Jangan Sepelekan Kegemukan
Senin, 15 Juni 2020 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, fungsi hati dan ginjal, serta gejala klinis adalah parameter lain untuk menentukan apakah berisiko PTM. Dr Raissa menjelaskan, untuk sukses diet sebetulnya tidak sulit. Kuncinya terletak pada makanan, olahraga, gaya hidup sehat. Ketiganya tidaklah instan, tetapi harus diulang.
Diet bukan berarti tidak makan, tetapi mengurangi makan. Porsi kecil tapi sering, pilih piring yang kecil saja. Perhatikan jenis yang dimakan, waktunya, lokasi makan, dan bagaimana cara makanan tersebut diolah. Diketahui, kalori nasi putih adalah 200 kal, ayam goreng tepung 520 kal, ayam bakar 150 kal, gorengan persatuan 200 kal, dan es teh manis 100 kal per gelas.
Pada kesempatan lain, Dr dr Fiastuti Witjaksono MS MSc SpGK (K) menjelaskan, karbohidrat sederhana hanya boleh dikonsumsi 10% setiap hari. “Karbohidrat sederhana itu termasuk gula,” ujarnya. Misalnya, seseorang makan sebanyak 1.600 kkal, maka 10%-nya untuk karbohidrat sederhana yang boleh dimakan adalah 160 kkal.
Jika 1 gram mengandung 4 kkal, kandungan karbohidrat sederhana yang diperbolehkan adalah 40 gram. Jadi, maksimal gula yang boleh dikonsumsi adalah empat sendok. “Bila kita mengonsumsi terlalu banyak gula, risiko terkena diabetes pun semakin tinggi,” kata dr Fiastuti. (Baca juga: 5 Kebiasaan Baik yang Perlud Diterapkan Saat New Normal)
Hati-hati juga terhadap tepung yang biasa dipakai untuk membuat kue. Umumnya tepung tersebut sudah mengandung gula. Tidak hanya itu, makanan olahan lain yang mengandung banyak gula antara lain madu, sirup, jus buah, dan konsentrat buah. “Untuk itulah, ketika mengonsumsi minuman kemasan, kita perlu membaca kandungan gula yang terdapat dalam kemasan,” ucap dia. Jadi, mulailah menghitung berapa banyak gula yang sudah kita konsumsi setiap hari dan kurangi takarannya bila sudah berlebih. (Sri Noviarni)
Diet bukan berarti tidak makan, tetapi mengurangi makan. Porsi kecil tapi sering, pilih piring yang kecil saja. Perhatikan jenis yang dimakan, waktunya, lokasi makan, dan bagaimana cara makanan tersebut diolah. Diketahui, kalori nasi putih adalah 200 kal, ayam goreng tepung 520 kal, ayam bakar 150 kal, gorengan persatuan 200 kal, dan es teh manis 100 kal per gelas.
Pada kesempatan lain, Dr dr Fiastuti Witjaksono MS MSc SpGK (K) menjelaskan, karbohidrat sederhana hanya boleh dikonsumsi 10% setiap hari. “Karbohidrat sederhana itu termasuk gula,” ujarnya. Misalnya, seseorang makan sebanyak 1.600 kkal, maka 10%-nya untuk karbohidrat sederhana yang boleh dimakan adalah 160 kkal.
Jika 1 gram mengandung 4 kkal, kandungan karbohidrat sederhana yang diperbolehkan adalah 40 gram. Jadi, maksimal gula yang boleh dikonsumsi adalah empat sendok. “Bila kita mengonsumsi terlalu banyak gula, risiko terkena diabetes pun semakin tinggi,” kata dr Fiastuti. (Baca juga: 5 Kebiasaan Baik yang Perlud Diterapkan Saat New Normal)
Hati-hati juga terhadap tepung yang biasa dipakai untuk membuat kue. Umumnya tepung tersebut sudah mengandung gula. Tidak hanya itu, makanan olahan lain yang mengandung banyak gula antara lain madu, sirup, jus buah, dan konsentrat buah. “Untuk itulah, ketika mengonsumsi minuman kemasan, kita perlu membaca kandungan gula yang terdapat dalam kemasan,” ucap dia. Jadi, mulailah menghitung berapa banyak gula yang sudah kita konsumsi setiap hari dan kurangi takarannya bila sudah berlebih. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :