6 Gejala Tekanan Darah Tinggi Serius, Salah Satunya Kebingungan
Sabtu, 12 Maret 2022 - 11:02 WIB
loading...
Tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa menyebabkan gejala serius. Mengukur tekanan darah, bacaannya ditulis sebagai dua angka, sistolik dan diastolik. Foto/Health Insure Savvy
A
A
A
JAKARTA - Tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa menyebabkan gejala serius. Ketika Anda mengukur tekanan darah, bacaannya ditulis sebagai dua angka. Angka pertama adalah ketika tekanan berada pada titik tertinggi (tekanan sistolik), dan yang kedua adalah pada titik terendah (tekanan diastolik).
Tekanan darah harus di bawah 140/90 mmHg, dan Anda dikatakan tekanan darah tinggi antara 140 dan 180 mmHg (sistolik) atau antara 90 dan 110 mmHg (diastolik). Tekanan darah tinggi berat lebih tinggi dari 180 mmHg (sistolik) atau 110 mmHg (diastolik).
Jika tekanan darah Anda menjadi sangat tinggi, Anda bisa mengalami krisis tekanan darah tinggi. Ini adalah istilah umum untuk tekanan darah tinggi urgensi dan tekanan darah tinggi darurat, yang keduanya merupakan kondisi yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung.
Dilansir dari Express, Sabtu (12/3/2022) ketika ini terjadi, pembuluh darah Anda menjadi meradang dan mungkin mengeluarkan cairan atau darah. Hal tersebut membuat jantung tidak dapat memompa darah seefektif yang dibutuhkan.
Baca Juga: 8 Makanan Penurun Tekanan Darah Tinggi, Cepat dan Aman
Menurut WebMD, tekanan darah urgensi terjadi ketika tekanan darah melonjak hingga 180/110 atau lebih tinggi tetapi tidak ada kerusakan pada organ tubuh. Tekanan darah dapat diturunkan dengan aman dalam beberapa jam dengan obat tekanan darah dalam kasus ini.
Tekanan darah harus di bawah 140/90 mmHg, dan Anda dikatakan tekanan darah tinggi antara 140 dan 180 mmHg (sistolik) atau antara 90 dan 110 mmHg (diastolik). Tekanan darah tinggi berat lebih tinggi dari 180 mmHg (sistolik) atau 110 mmHg (diastolik).
Jika tekanan darah Anda menjadi sangat tinggi, Anda bisa mengalami krisis tekanan darah tinggi. Ini adalah istilah umum untuk tekanan darah tinggi urgensi dan tekanan darah tinggi darurat, yang keduanya merupakan kondisi yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung.
Dilansir dari Express, Sabtu (12/3/2022) ketika ini terjadi, pembuluh darah Anda menjadi meradang dan mungkin mengeluarkan cairan atau darah. Hal tersebut membuat jantung tidak dapat memompa darah seefektif yang dibutuhkan.
Baca Juga: 8 Makanan Penurun Tekanan Darah Tinggi, Cepat dan Aman
Menurut WebMD, tekanan darah urgensi terjadi ketika tekanan darah melonjak hingga 180/110 atau lebih tinggi tetapi tidak ada kerusakan pada organ tubuh. Tekanan darah dapat diturunkan dengan aman dalam beberapa jam dengan obat tekanan darah dalam kasus ini.
Lihat Juga :