Sejarah Pawang Hujan di Indonesia, Lengkap dengan Sajen dan Maknanya
Senin, 21 Maret 2022 - 17:37 WIB
loading...
A
A
A
1. Telur yang dilambangkan sebagai wiji dadi (benih), terjadinya manusia.
2. Bumbu megono (gudangan): merupakan lukisan bakal (embrio) hidup manusia.
3. Cambah: benih dan bakal manusia yang akan selalu tumbuh.
4. Kacang panjang: dalam kehidupan semestinya manusia berpikir panjang (nalar kang mulur) dan jangan memiliki pemikiran picik (mulur mungkrete nalar pating saluwir), sehingga dapat menanggapi segala hal dengan kesadaran.
5. Tomat: kesadaran itu akan menimbulkan perbuatan yang gemar maksiat berupaya menjadi jalma limpat seprapat tamat.
6. Brambang: perbuatan yang selalu dengan pertimbangan.
7. Kangkung: manusia semacam itu tergolong manusia linangkung (tingkat tinggi).
8. Bayem: karenanya bukan mustahil kalau hidupnya jadi ayem tentrem.
9. Lombok abang: akhirnya akan muncul keberanian dan tekad untuk manunggal dengan Tuhan.
10. Ingkung: cita-cita manunggal itu dilakukan melalui manekung.
2. Bumbu megono (gudangan): merupakan lukisan bakal (embrio) hidup manusia.
3. Cambah: benih dan bakal manusia yang akan selalu tumbuh.
4. Kacang panjang: dalam kehidupan semestinya manusia berpikir panjang (nalar kang mulur) dan jangan memiliki pemikiran picik (mulur mungkrete nalar pating saluwir), sehingga dapat menanggapi segala hal dengan kesadaran.
5. Tomat: kesadaran itu akan menimbulkan perbuatan yang gemar maksiat berupaya menjadi jalma limpat seprapat tamat.
6. Brambang: perbuatan yang selalu dengan pertimbangan.
7. Kangkung: manusia semacam itu tergolong manusia linangkung (tingkat tinggi).
8. Bayem: karenanya bukan mustahil kalau hidupnya jadi ayem tentrem.
9. Lombok abang: akhirnya akan muncul keberanian dan tekad untuk manunggal dengan Tuhan.
10. Ingkung: cita-cita manunggal itu dilakukan melalui manekung.
(tsa)
Lihat Juga :