Waspada! 3 Gejala Ini Bisa Pengaruhi Darah Tinggi hingga Stroke
Rabu, 17 Juni 2020 - 10:11 WIB
loading...
A
A
A
"Kondisi tadi itu real. Apalagi orang-orang usia produktif sangat mungkin kena. Kaya triglesida tinggi itu enggak tiba-tiba tinggi. Itu pasti akan ada prosesnya, tekanan darah juga, lingkar perut juga. Enggak mungkin bangun tidur tiba-tiba perut buncit, kecuali kembung. Kalo lingkar perutnya membesar itu pasti ada prosesnya," jelasnya.
Sementara itu, di antara semua gangguan sindrom metabolik ini disebabkan oleh obesitas atau kegemukan yang menjadi benang merah. "Jadi ibaratnya dengan obesitas punya peluang yang besar untuk semua gangguan sindrom metabolik. Gula darah, tekanan darah, trigliserida yang tinggi hubungannya sangat erat dengan obesitas," imbuh dia. (Baca juga: Buat Lagu Baru, Park Bo Gum Ungkap Perasaan lewat All My Love ).
Beruntungnya, gaya hidup sehat diungkapkan Aldis dapat membantu mencegah kondisi ini. Di sisi lain, mengingat gejala ini terjadi secara berproses, maka penting untuk melakukan pencegahan sedini mungkin. Selain itu, penting juga untuk mengontrol berat badan yang sudah terbukti manfaatnya dapat menurunkan risiko berbagai macam penyakit.
"Penelitian terbaru menunjukkan dengan kita mengontrol berat badan, istilahnya nurunin nih berat badannya dari lebih ke semakin normal, turun 5% aja bisa memperbaiki seluruh profil gangguan sindrom metabolik," tandasnya.
Sementara itu, di antara semua gangguan sindrom metabolik ini disebabkan oleh obesitas atau kegemukan yang menjadi benang merah. "Jadi ibaratnya dengan obesitas punya peluang yang besar untuk semua gangguan sindrom metabolik. Gula darah, tekanan darah, trigliserida yang tinggi hubungannya sangat erat dengan obesitas," imbuh dia. (Baca juga: Buat Lagu Baru, Park Bo Gum Ungkap Perasaan lewat All My Love ).
Beruntungnya, gaya hidup sehat diungkapkan Aldis dapat membantu mencegah kondisi ini. Di sisi lain, mengingat gejala ini terjadi secara berproses, maka penting untuk melakukan pencegahan sedini mungkin. Selain itu, penting juga untuk mengontrol berat badan yang sudah terbukti manfaatnya dapat menurunkan risiko berbagai macam penyakit.
"Penelitian terbaru menunjukkan dengan kita mengontrol berat badan, istilahnya nurunin nih berat badannya dari lebih ke semakin normal, turun 5% aja bisa memperbaiki seluruh profil gangguan sindrom metabolik," tandasnya.
(tdy)
Lihat Juga :