Mengenal Kanker Otak Penyakit yang Renggut Nyawa Tom Parker

Jum'at, 01 April 2022 - 06:41 WIB
loading...
Mengenal Kanker Otak Penyakit yang Renggut Nyawa Tom Parker
Tom Parker meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker otak stadium akhir. Anggota The Wanted itu menghembuskan napas terakhirnya di usia 33 tahun. Foto/Us Weekly
A A A
JAKARTA - Tom Parker meninggal dunia pada Rabu, 30 Maret 2022 setelah berjuang melawan penyakit kanker otak stadium akhir. Anggota The Wanted itu menghembuskan napas terakhirnya di usia 33 tahun.

Kabar duka ini pertama kali diumumkan oleh istri Tom, Kelsey Parker. Melalui postingan di Instagram pribadinya, Kelsey mengungkapkan kepergian sang suami tercinta.

“Dengan hati yang terberat kami mengonfirmasi bahwa Tom meninggal dengan damai hari ini dengan semua keluarganya di sisinya. Hati kami hancur," tulis Kelsey dilansir dari Page Six, Jumat (1/4/2022).

“Tom adalah pusat dunia kami dan kami tidak dapat membayangkan hidup tanpa senyumnya yang menular dan kehadirannya yang energik," sambungnya.


Kelsey kemudian mengucapkan terima kasih kepada penggemar Tom atas dukungan mereka.

“Kami benar-benar berterima kasih atas curahan cinta dan dukungan dan meminta kita semua bersatu untuk memastikan cahaya Tom terus bersinar untuk anak-anaknya yang cantik,” tulis Kelsey.

"Terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung dalam perawatannya selama ini. Dia berjuang sampai akhir. Aku selamanya bangga padamu," tandasnya.

Tom yang meninggalkan dua orang anak ini didiagnosis menderita kanker otak yang tidak dapat dioperasi yang dikenal sebagai glioblastoma pada Oktober 2020. Tom sempat menceritakan kondisinya ini melalui Instagram beberapa waktu lalu.


Tom menjalani kemoterapi dan perawatan radiasi. Pada November 2021, dia mengumumkan bahwa penyakitnya itu telah terkendali. Dilansir dari Healthline, kanker otak adalah hasil dari pertumbuhan sel kanker di otak. Sel-sel kanker membentuk tumor yang dapat tumbuh lambat atau tumbuh cepat tergantung pada jenis tumornya.

Kanker otak primer, juga dikenal hanya sebagai kanker otak, adalah pertumbuhan berlebih dari sel-sel di otak yang membentuk massa yang disebut tumor otak. Ini berbeda dari kanker yang dimulai di bagian lain dari tubuh dan menyebar ke otak. Ketika terjadi, itu disebut kanker otak sekunder atau metastasis.

Gejala kanker otak tergantung pada ukuran dan lokasi tumor otak. Kanker otak memiliki banyak gejala dengan beberapa kondisi yang kurang serius, terutama pada tahap awal. Banyak dari gejala ini sangat umum dan tidak mungkin mengindikasikan kanker otak.

Gejala tersebut di antaranya sakit kepala yang biasanya lebih buruk di pagi hari, mual, muntah, kurangnya koordinasi, kurangnya keseimbangan, kesulitan berjalan, kehilangan ingatan, kesulitan berpikir, masalah bicara,
masalah penglihatan, perubahan kepribadian, gerakan mata yang tidak normal, menyentak otot, otot berkedut, pingsan yang tidak dapat dijelaskan, atau sinkop, kantuk, mati rasa atau kesemutan di lengan atau kaki
kejang


Tetapi jika Anda mengalami gejala ini selama lebih dari seminggu dan muncul secara tiba-tiba, tidak hilang dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas, itu adalah ide yang baik untuk memeriksakan mereka ke dokter. Penyebab pasti dari kanker otak primer tidak diketahui.

Tetapi studi telah menunjukkan hubungan antara paparan radiasi pengion dosis tinggi dan peningkatan resiko dari kanker otak. Sumber radiasi pengion yang paling umum berasal dari tes pencitraan medis yang sering (CT scan , sinar-X), perawatan terapi radiasi , dan kemungkinan paparan di tempat kerja.
(dra)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.3190 seconds (0.1#10.140)