Gandeng Dokter Indonesia, Global Stem Cell Hadirkan Layanan Sel Punca Dunia di Tanah Air

Rabu, 27 April 2022 - 01:32 WIB
loading...
Gandeng Dokter Indonesia,...
Dokter Khoe Yanti Kusmiran menerima kedatangan CEO Global Stem Cell Group Benito Novas di Surabaya, belum lama ini. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Dunia kedokteran terus berinovasi memberikan layanan kesehatan terbaik untuk manusia. Terbaru, hadir metode stem cell.

Di Indonesia, stem cell lebih dikenal dengan nama sel punca. Ini merupakan sel yang memiliki potensi tinggi untuk berkembang menjadi beberapa jenis sel yang berbeda di dalam tubuh. Stem cell memiliki fungsi dasar yang luar biasa bermanfaat, yakni sebagai sistem perbaikan tubuh dengan mengganti sel-sel tubuh yang telah rusak demi kelangsungan hidup yang lebih baik.

Salah satu lembaga kredibel dan profesional di dunia yang mengembangkan stem cell adalah Global Stem Cell Group yang berbasis di Florida, Amerika Serikat. Membawa tagline One-stop Solutions for Stem Cells Intelligence and Resources, Global Stem Cell telah hadir sejak 2010.

Baca Juga: Mengenal Stem Cell, Apa Sih Itu?

”Kami percaya pengobatan regeneratif dan kualitas produk serta layanan kami mampu membantu pasien sebanyak mungkin. Hingga kini, Global Stem Cell telah beroperasi di 26 negara,” kata CEO Global Stem Cell Group Benito Novas melalui siaran pers, Selasa (26/4/2022).

Kemajuan metode stem cell di tempatnya, ujar Benito, tidak lepas dari standarisasi medis tinggi yang diterapkan.

”Kami juga memiliki protokol perawatan yang sangat kaku dan terkontrol. Itu tidak bisa ditawar,” tegas Benito.

Selama satu dekade beroperasi, sudah ribuan pasien yang mendapatkan manfaat dari metode stem cell. Global Stem Cell Group tidak bekerja dengan sel induk embrionik, melainkan pada perawatan autolog yang berasal dari jaringan adiposa dan sumsum tulang, serta produk yang diproduksi dari jaringan perinatal seperti darah tali pusar yang berasal dari mesenchymal stem cell, dan cairan amnion.

”Metode ini aman dan tidak memiliki efek samping selain sedikit pembengkakan dan memar kecil,” jelas Benito, yang hadir langsung ke Surabaya.

Baca Juga: Terapi Stem Cell Tawarkan Harapan Besar untuk Perawatan Medis Baru

Di Indonesia dan Asia Pasifik pada umumnya, Benito menggandeng dr. Khoe Yanti Kusmiran untuk menghadirkan Global Stem Cell di negeri ini. Alasannya, menurut Benito, adalah track record prestasi dr. Yanti yang telah terpercaya dalam bidang kedokteran estetika dan regeneratif selama lebih dari 15 tahun.

Menurut dr. Yanti yang membuka praktik di Graha dr. Yanti Jalan Ambengan 55 Surabaya, dirinya tertarik mendalami stem cell karena merupakan the latest technology untuk kesehatan manusia di dunia kedokteran.

”Manfaatnya sangat besar sebagai preventif. Melalui stem cell manusia bisa meregenerasi tubuh sendiri atau autologus,” tegasnya.

Ada harapan besar dalam diri dr. Yanti ketika memutuskan menjadi franchiser Global Stem Cell di Indonesia dan Asia Pasifik. Selain memang metodenya yang sangat baik, jiwa nasionalisnya juga terpanggil.

Sang dokter ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat wisata kesehatan dunia sehingga nantinya tidak perlu lagi orang Indonesia berbondong-bondong pergi ke luar negeri hanya untuk berobat. Karena cost berobat ke luar negeri sangatlah tinggi. Selain biaya pengobatan, biaya lain yakni transportasi dan akomodasi juga terhitung mahal.

”Makanya, dengan bangga saya menghadirkan Global Stem Cell pertama kali di Surabaya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat juga akan segera hadir di beberapa kota lain,” harapnya.

Ke depan, dr. Yanti juga akan membuat stem cell center for foundation, sehingga layanan ini kelak bisa dirasakan oleh mereka yang secara ekonomi masih terhitung pas-pasan. Caranya, menurut dia, adalah dengan subsidi silang atau memasukkan stem cell treatment ke dalam program BPJS milik pemerintah.

”Masyarakat harus diedukasi bahwa metode ini sangat jauh lebih baik karena meregenerasi sel melalui stem cell tubuh sendiri. Saya yakin dengan support beberapa pihak, termasuk Kementerian Kesehatan dan Pariwisata, Indonesia bisa menjadi kiblat stem cell di Asia Pasifik,” papar dr. Yanti.

Metode stem cell sangat cocok diaplikasikan pada semua orang sebagai langkah preventif. Bisa untuk antiaging, diabetes, alzheimer, patah tulang, osteoporosis hingga beragam keluhan lain.

Proses perawatan stem cell bergantung pada kasus dan kondisi pasien. Namun, umumnya bisa diselesaikan dalam satu kali terapi saja.

”Idealnya, untuk pencegahan adalah dengan setahun sekali,” imbuh dr. Yanti.

Soal biaya, stem cell memang memiliki harga yang cukup tinggi. Namun, itu semua sebanding dengan hasil yang didapatkan.

Menariknya, untuk Indonesia, karena sampai saat ini di-support penuh oleh Global Stem Cell International, mereka memberikan harga khusus yang jumlahnya jauh berbeda dengan perawatan sejenis di negeri lain. Itu semua bisa didapatkan hanya dalam waktu setahun ini. Harga spesial tersebut tentu tidak memengaruhi kualitas dan layanan yang ada.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terapi Stem Cell Makin...
Terapi Stem Cell Makin Populer di Indonesia, Efektif Perbaiki Jaringan dan Atasi Osteoartritis
Institusi Dunia Satukan...
Institusi Dunia Satukan Visi untuk Pengembangan Terapi Sel Punca Inovatif
Bank Tali Pusat dan...
Bank Tali Pusat dan Stemcell Centre Vinski Tower Tersedia di Makassar
Kerja Sama Prof Deby...
Kerja Sama Prof Deby Vinski, FK Militer Unhan RI, dan CellTech Dorong Inovasi Stem Cell
Stem Cell Mesenkimal...
Stem Cell Mesenkimal Kini Jadi Terapi Regeneratif untuk Cedera, Disfungsional, dan Kerusakan Organ Tubuh
Dr. Purwati, Ahli Stem...
Dr. Purwati, Ahli Stem Cell dari Unair Sabet WIPO Award for Inventor
Vinski Tower & Celltech...
Vinski Tower & Celltech Stem Cell Centre Masuk Top 10 One Stop Stem Cell Center Dunia
Jalani Terapi Stem Cell...
Jalani Terapi Stem Cell Bersama Deby Vinski, Surya Paloh Pilih Celltech Stem Cell Centre
Diapresiasi JK, Prof...
Diapresiasi JK, Prof Deby Vinski Bakal Pimpin Kongres Stem Cell Dunia
Rekomendasi
Messi Kejar Sejarah,...
Messi Kejar Sejarah, Aljazair Jadi Korban Pertama?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Kelompok Suporter Eropa...
Kelompok Suporter Eropa Kritik FIFA: Tribun Piala Dunia 2026 Minim Pemisahan Penonton
Berita Terkini
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 73, Penyergapan Pecah Menjadi Baku Tembak dan Pertarungan Sengit
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Konflik Memanas, Ruben...
Konflik Memanas, Ruben Onsu Ultimatum Sarwendah Soal Nafkah dan Hak Bertemu Anak
Ruben Onsu Siap Gugat...
Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved