BintanGO Raih Pendanaan USD2,1 Juta untuk Bantu Kreator Konten Jalankan Bisnis

Selasa, 10 Mei 2022 - 14:41 WIB
loading...
BintanGO Raih Pendanaan USD2,1 Juta untuk Bantu Kreator Konten Jalankan Bisnis
Para Co-Founder BintanGO Jason Lee dan Oktorika Mandasari. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - BintanGO, perusahaan teknologi yang menawarkan all-in-one CreatorSpace, mengumumkan putaran pendanaan awal senilai USD2,1 juta untuk membantu para pembuat konten menjalankan bisnis mereka.

Putaran ini dipimpin oleh Investible dan eWTP Tech Innovation Fund dengan partisipasi dari Farquhar, Plug and Play, Aksara, Redbadge Pacific, Moonshot Ventures, Mulia Sky Capital, dan United Creative. Angel investor terkenal lain dalam putaran ini termasuk eksekutif dan former eksekutif dari YouTube, Facebook, serta Google. Kali ini, BintanGO mendapatkan pendanaan baru yang mengikuti putaran pendanaan awal perusahaan senilai USD500.000 yang didapatkan pada Juni 2021 dari Flash Ventures.

Sejak diluncurkan di bulan September 2021, BintanGO turut mengikuti pertumbuhan viral dan hadir sebagai pemimpin industri dalam ekonomi kreator Indonesia yang sedang berkembang. Platform ini menyerupai platform SaaS yang menyediakan alat produktivitas dan monetisasi serta solusi keuangan bagi pembuat konten untuk membantu mereka mengelola dan mengembangkan bisnis.

Baca Juga: Berpengalaman 10 Tahun Lebih, Oktorika Mandasari Sukses Jadi Content Creator dan Dirikan BintanGO

BintanGO didirikan oleh dua entrepreneur berpengalaman di Asia Tenggara yang terdiri dari Jason Lee, pendiri coworking space terbesar di Indonesia, CoHive; dan Oktorika Mandasari, veteran pemasaran dengan pengalaman dalam dunia talent management.

“Hadirnya kreator menjadi bagian baru dari UMKM di Indonesia. Saat ini para kreator di Indonesia dapat mengelola berbagai sumber pendapatan mereka, namun di sisi lain mereka dihadapkan pada tantangan untuk pembuatan invoice serta pembayaran dari klien," kata Jason Lee, Co-Founder dan CEO BintanGO, melalui siaran pers pada Senin (9/5/2022).

"Di Indonesia, para kreator dikategorikan sebagai pekerja informal sehingga mereka tidak memiliki keistimewaan seperti pekerja formal dalam hal pembiayaan dan kredit dengan lembaga perbankan. Melihat hal tersebut, kami menyadari peran kami untuk dapat membantu mereka mengelola keuangan dengan menggabungkan tools dan solusi ke dalam satu platform terpadu,” tambahnya.

DataReportal mengungkapkan, ada 191,4 juta pengguna media sosial di Indonesia pada Januari 2022 atau naik 12,6 persen antara 2021 dan 2022. Besarnya konsumsi digital Indonesia menjadi ladang subur bagi siapa saja untuk menjadi kreator dan menarik banyak pengikut.

Tingginya tingkat popularitas influencer, baik mikro maupun makro, berdampak pada terbukanya peluang pendapatan bagi mereka. Influencer Marketing Hub (2022) memperkirakan total valuasi ekonomi kreator di Indonesia akan mencapai USD104 miliar atau setara dengan Rp1,493 triliun pada 2022.

Sejalan dengan fakta tersebut, BintanGO secara organik telah merekrut lebih dari 10.000 kreator dan mereka telah menghasilkan lebih dari USD150.000 dalam waktu tiga bulan terakhir.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1599 seconds (11.210#12.26)