Jangan Mandi Air Dingin Setelah Panas-Panasan, Ini Alasannya
Selasa, 17 Mei 2022 - 05:50 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dr Marina, hal itu karena saat terkena cuaca panas ekstrem, tubuh akan segera mencoba mengatur suhu inti tubuh.
Salah satu caranya dengan mengirim sinyal ke saraf sensorik yang secara otomatis bereaksi untuk mengontrol aliran darah ke kulit melalui pembuluh darah.
Nah, sistem sirkulasi pembuluh darah mengangkut panas ke seluruh tubuh, mengirimkannya ke tempat yang dibutuhkan tubuh. Ketika aliran darah ke kulit berkurang, panas disimpan di dalam tubuh.
"Saat aliran darah meningkat, panas hilang dari tubuh dan keluar ke lingkungan, itulah sebabnya kita berkeringat saat kepanasan," paparnya.
Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Tegaskan Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Diakui Negara ASEAN
Mandi air dingin, kata dr Marina, dapat membuat rasa lebih dingin untuk waktu yang singkat karena kulit bereaksi terhadap perubahan suhu secara langsung. Saat air dingin mengenai kulit, tubuh merespons dengan mengurangi aliran darah atau yang biasa disebut dengan vasokontriksi.
Salah satu caranya dengan mengirim sinyal ke saraf sensorik yang secara otomatis bereaksi untuk mengontrol aliran darah ke kulit melalui pembuluh darah.
Nah, sistem sirkulasi pembuluh darah mengangkut panas ke seluruh tubuh, mengirimkannya ke tempat yang dibutuhkan tubuh. Ketika aliran darah ke kulit berkurang, panas disimpan di dalam tubuh.
"Saat aliran darah meningkat, panas hilang dari tubuh dan keluar ke lingkungan, itulah sebabnya kita berkeringat saat kepanasan," paparnya.
Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Tegaskan Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Diakui Negara ASEAN
Mandi air dingin, kata dr Marina, dapat membuat rasa lebih dingin untuk waktu yang singkat karena kulit bereaksi terhadap perubahan suhu secara langsung. Saat air dingin mengenai kulit, tubuh merespons dengan mengurangi aliran darah atau yang biasa disebut dengan vasokontriksi.
Lihat Juga :