Cuaca Terik Menyengat, Waspadai Tanda-tanda Dehidrasi Parah Berikut ini
Jum'at, 20 Mei 2022 - 16:01 WIB
loading...
Suhu udara yang panas berpotensi meningkatkan suhu tubuh dan menyebabkan mudah berkeringat atau kehilangan cairan. / Foto: ilustrasi/Papaya Care
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu belakangan ini dilanda cuaca terik . Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam laman resminya menyebutkan bahwa awal musim kemarau telah dimulai sejak kisaran April hingga Juni 2022.
Suhu udara yang panas berpotensi meningkatkan suhu tubuh dan menyebabkan mudah berkeringat atau kehilangan cairan. Ya, cuaca panas ini membuat seseorang cepat mengalami dehidrasi , hingga bisa mengakibatkan komplikasi berat.
Sedangkan komplikasi yang timbul, seperti mengutip Mayo Clinic, di antaranya kejang-kejang, syok volume darah rendah (syok hipovolemik), dan lainnya.
Baca juga: Hati-hati, Ini Dampak Buruk Mencabut Gigi Memakai Benang
Siapa pun bisa mengalami dehidrasi, namun bayi dan anak-anak sangat berisiko.
Ahli gizi Primaya Hospital Tangerang, dr. Yohan Samudra menyebutkan, ketika anak mengalami dehidrasi, segera bawa ke dokter.
"Mengetahui tanda-tanda dehidrasi sangat penting untuk segera membawa anak ke rumah sakit dan mendapat pertolongan," ujar dr. Yohan kepada MNC Portal, Jumat (20/5/2022).
Suhu udara yang panas berpotensi meningkatkan suhu tubuh dan menyebabkan mudah berkeringat atau kehilangan cairan. Ya, cuaca panas ini membuat seseorang cepat mengalami dehidrasi , hingga bisa mengakibatkan komplikasi berat.
Sedangkan komplikasi yang timbul, seperti mengutip Mayo Clinic, di antaranya kejang-kejang, syok volume darah rendah (syok hipovolemik), dan lainnya.
Baca juga: Hati-hati, Ini Dampak Buruk Mencabut Gigi Memakai Benang
Siapa pun bisa mengalami dehidrasi, namun bayi dan anak-anak sangat berisiko.
Ahli gizi Primaya Hospital Tangerang, dr. Yohan Samudra menyebutkan, ketika anak mengalami dehidrasi, segera bawa ke dokter.
"Mengetahui tanda-tanda dehidrasi sangat penting untuk segera membawa anak ke rumah sakit dan mendapat pertolongan," ujar dr. Yohan kepada MNC Portal, Jumat (20/5/2022).
Lihat Juga :