5 Fakta Kanker Usus Penyakit yang Diidap Eks Jubir Covid-19 Achmad Yurianto

Sabtu, 21 Mei 2022 - 22:27 WIB
loading...
5 Fakta Kanker Usus Penyakit yang Diidap Eks Jubir Covid-19 Achmad Yurianto
Mantan jubir Covid-19 Achmad Yurianto dikabarkan mengidap kanker usus sebelum meninggal dunia. Yurianto sempat dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Foto/Twitter Sekretariat Kabinet
A A A
JAKARTA - Mantan jubir Covid-19 Achmad Yurianto dikabarkan mengidap kanker usus sebelum meninggal dunia . Yurianto sempat dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta untuk menjalani perawatan kanker usus yang dideritanya.

Lalu pada tanggal 18 Mei 2022, pria yang sempat menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes itu melanjutkan pengobatan kanker usus di kampung halamannya di kota Malang, Jawa Timur.

Kanker usus yang juga dikenal sebagai kanker kolorektal, berkembang dari lapisan dalam usus dan biasanya didahului oleh pertumbuhan yang disebut polip. Kondisi ini dapat menjadi kanker invasif jika tidak terdeteksi.

Tergantung di mana kanker dimulai, kanker usus dapat disebut kanker usus besar atau rektal. Kanker usus adalah kanker paling umum ketiga pada pria dan wanita di Australia dan lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun.

Baca Juga: Eks Jubir Covid-19 Achmad Yurianto Meninggal Akibat Kanker Usus, Ini Penyebab dan Gejalanya

Sekitar 90 persen kanker usus adalah adenokarsinoma, yang dimulai di jaringan kelenjar yang melapisi usus. Jenis kanker lain yang kurang umum juga dapat memengaruhi usus, termasuk limfoma dan tumor neuroendokrin.

Kanker juga dapat dimulai di usus kecil tetapi ini adalah kanker yang jarang terjadi. Peluang untuk bertahan hidup dari kanker usus setidaknya selama lima tahun, adalah 70 persen. Berikut fakta kanker usus seperti yang diidap Achmad Yurianto dilansir dari Cancer.org, Sabtu (21/5/2022).



1. Gejala

Gejala kanker usus meliputi perubahan terus-menerus dalam kebiasaan buang air besar, termasuk diare atau sembelit atau perubahan konsistensi tinja, pendarahan dubur atau darah di tinja, ketidaknyamanan perut yang terus-menerus.

Seperti halnya kram, gas atau nyeri, perasaan bahwa usus tidak kosong sepenuhnya. Pasien kanker usus juga kerap mengeluhkan kelemahan atau kelelahan serta penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1262 seconds (11.252#12.26)