Aktif Beri Pendampingan, Lovepink Tak Ingin Pasien Kanker Payudara Termakan Mitos dan Hoaks
Rabu, 30 Oktober 2024 - 21:59 WIB
loading...
Bersama Park Hyatt, Lovepink menggelar edukasi untuk mengingatkan pentingnya SADARI (periksa payudara sendiri) dan SADANIS (perisa payudara secara klinis) serta deteksi dini melalui mamografi. Foto/MPI/Nurul Amanah
A
A
A
JAKARTA - Kanker payudara menjadi momok menakutkan khususnya bagi kaum hawa lantaran berada di urutan pertama terkait jumlah kanker terbanyak di Indonesia, serta menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker.
Salah satu faktor tingginya angka kematian pada kanker payudara adalah kurangnya kepedulian untuk melakukan deteksi dini. Padahal, pengobatan bisa dilakukan jika penyakit sudah diketahui sejak awal. Bahkan, deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa karena masih berada di stadium awal sehingga dapat dilakukan pengobatan secara optimal.
Menyadari hal tersebut, komunitas warriors dan survivors kanker payudara, Lovepink, ingin mengingatkan pentingnya deteksi dini kepada para perempuan.
Bersama Park Hyatt, Lovepink mengadakan talkshow untuk mengingatkan pentingnya SADARI (periksa payudara sendiri) dan SADANIS (perisa payudara secara klinis) serta deteksi dini melalui mamografi, yakni proses pemeriksaan payudara menggunakan sinar-X berenergi rendah.
Baca Juga: Tingkatkan Kesadaran terhadap Kanker Payudara, Y.O.U dan Lovepink Luncurkan Kampanye #CaringGlow
Fertina Tarasari, seorang survivor dari Lovepink, berbagi pengalamannya saat terdeteksi mengidap kanker payudara. Sebelumnya, dia selalu rutin melakukan pap smear, metode pemeriksaan yang digunakan untuk mendeteksi kanker pada leher rahim (serviks) pada wanita. Tapi, tidak pernah melakukan mamografi. Sehingga dia pun tak menyangka bahwa akan mengidap penyakit kanker payudara.
Kini bersama Lovepink, Sari ingin terus menggandeng para perempuan Indonesia untuk mewujudkan visi mengurangi angka pasien kanker payudara stadium lanjut di 2030.
Salah satu faktor tingginya angka kematian pada kanker payudara adalah kurangnya kepedulian untuk melakukan deteksi dini. Padahal, pengobatan bisa dilakukan jika penyakit sudah diketahui sejak awal. Bahkan, deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa karena masih berada di stadium awal sehingga dapat dilakukan pengobatan secara optimal.
Menyadari hal tersebut, komunitas warriors dan survivors kanker payudara, Lovepink, ingin mengingatkan pentingnya deteksi dini kepada para perempuan.
Bersama Park Hyatt, Lovepink mengadakan talkshow untuk mengingatkan pentingnya SADARI (periksa payudara sendiri) dan SADANIS (perisa payudara secara klinis) serta deteksi dini melalui mamografi, yakni proses pemeriksaan payudara menggunakan sinar-X berenergi rendah.
Baca Juga: Tingkatkan Kesadaran terhadap Kanker Payudara, Y.O.U dan Lovepink Luncurkan Kampanye #CaringGlow
Fertina Tarasari, seorang survivor dari Lovepink, berbagi pengalamannya saat terdeteksi mengidap kanker payudara. Sebelumnya, dia selalu rutin melakukan pap smear, metode pemeriksaan yang digunakan untuk mendeteksi kanker pada leher rahim (serviks) pada wanita. Tapi, tidak pernah melakukan mamografi. Sehingga dia pun tak menyangka bahwa akan mengidap penyakit kanker payudara.
Kini bersama Lovepink, Sari ingin terus menggandeng para perempuan Indonesia untuk mewujudkan visi mengurangi angka pasien kanker payudara stadium lanjut di 2030.
Lihat Juga :