11 Efek Buruk Orang Tua Terlalu Sering Memarahi Anak
Senin, 23 Mei 2022 - 16:28 WIB
loading...
Sering memarahi anak ternyata memiliki dampak buruk terhadap anak di masa mendatang. Foto/Frist Parenting
A
A
A
JAKARTA - Pekerjaan yang menumpuk di kantor dan waktu istirahat yang minim sering membuat para orang tua stres dan memiliki emosi tidak stabil. Tanpa disadari, anak kerap menjadi sasaran ketika orang tua marah.
Memang, marah merupakan luapan emosi yang wajar dan pasti pernah dialami setiap orang. Akan tetapi, sebagai orang tua, kemarahan wajib dikendalikan karena bisa berdampak negatif terhadap perkembangan anak.
Cari tahu akibat orang tua sering marah pada anak lewat ulasan berikut ini.
1. Penakut
Akibat orang tua sering marah pada anak, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang penakut. Anak akan merasa menjadi sumber kemarahan orang tuanya.
Ia juga akan takut bertindak maupun berkata-kata, karena khawatir perbuatan atau perkataannya akan membuat orang tuanya marah. Pada akhirnya, anak akan hidup dalam ketakutan, bahkan hingga ia dewasa.
Baca Juga : Tanda-tanda Anda sedang Membesarkan Anak Pemarah
2. Cemas
Akibat anak sering dimarahi akan membuat anak menjadi cemas. Ketakutan yang berkepanjangan akibat anak sering dibentak dan dimarahi akan membuatnya menjadi pribadi yang mudah cemas dan khawatir dalam bertindak.
Rasa cemas yang selalu meliputinya ini pun dapat membuat anak sulit untuk berkembang. Ia cenderung kurang berani dalam mengambil keputusan, apalagi mencoba hal-hal baru.
3. Tidak Percaya Diri dan Depresi
Anak yang terus-menerus dimarahi akan merasa bahwa dirinya tidak berguna. Akibatnya, anak akan kehilangan rasa percaya diri dan harga dirinya.
Selain itu, interaksi antara orang tua dan anak akan memburuk. Jika tidak ditangani secara serius, anak akan mengembangkan gangguan mental berupa depresi.
Kondisi ini pada akhirnya membawa anak mencari solusi lewat cara-cara yang salah. Misalnya, konsumsi alkohol hingga obat-obatan terlarang suntuk mengembalikan kepercayaan dirinya.
4. Cuek
Memang, marah merupakan luapan emosi yang wajar dan pasti pernah dialami setiap orang. Akan tetapi, sebagai orang tua, kemarahan wajib dikendalikan karena bisa berdampak negatif terhadap perkembangan anak.
Cari tahu akibat orang tua sering marah pada anak lewat ulasan berikut ini.
1. Penakut
Akibat orang tua sering marah pada anak, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang penakut. Anak akan merasa menjadi sumber kemarahan orang tuanya.
Ia juga akan takut bertindak maupun berkata-kata, karena khawatir perbuatan atau perkataannya akan membuat orang tuanya marah. Pada akhirnya, anak akan hidup dalam ketakutan, bahkan hingga ia dewasa.
Baca Juga : Tanda-tanda Anda sedang Membesarkan Anak Pemarah
2. Cemas
Akibat anak sering dimarahi akan membuat anak menjadi cemas. Ketakutan yang berkepanjangan akibat anak sering dibentak dan dimarahi akan membuatnya menjadi pribadi yang mudah cemas dan khawatir dalam bertindak.
Rasa cemas yang selalu meliputinya ini pun dapat membuat anak sulit untuk berkembang. Ia cenderung kurang berani dalam mengambil keputusan, apalagi mencoba hal-hal baru.
3. Tidak Percaya Diri dan Depresi
Anak yang terus-menerus dimarahi akan merasa bahwa dirinya tidak berguna. Akibatnya, anak akan kehilangan rasa percaya diri dan harga dirinya.
Selain itu, interaksi antara orang tua dan anak akan memburuk. Jika tidak ditangani secara serius, anak akan mengembangkan gangguan mental berupa depresi.
Kondisi ini pada akhirnya membawa anak mencari solusi lewat cara-cara yang salah. Misalnya, konsumsi alkohol hingga obat-obatan terlarang suntuk mengembalikan kepercayaan dirinya.
4. Cuek
Lihat Juga :