Waspada! Varian Baru Covid-19 Setelah Omicron Bisa Menginfeksi Anak

Minggu, 12 Juni 2022 - 16:56 WIB
loading...
Waspada! Varian Baru Covid-19 Setelah Omicron Bisa Menginfeksi Anak
Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) menjelaskan bahwa kedua varian baru Covid-19 bisa menginfeksi anak-anak. Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Perkembangan virus Covid-19 menghadirkan berbagai subvarian, seperti BA.1.2, BA.1.2.12 dan kini BA.4 dan BA.5. Dua varian baru ini, masih tabu di tengah masyarakat, sehingga belum banyak yang tahu bila lebih menular dari Omicron (BA.2).

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) menjelaskan jika kedua varian itu, bisa menginfeksi anak-anak. Menurutnya BA.4 dan BA.5 merupakan turunan dari Omicron (BA.2) yang lebih menular dari varian sebelumnya.

"Kemungkinan itu bisa. Apa lagi kita tahu penelitian di Afrika selatan untuk BA.2 ada buktinya bisa terinfeksi lebih banyak, umumnya omicron lebih dibandingkan delta," ujar dr Erlina dalam webinar Waspada Omicron Subvarian BA.4 dan BA.5 dalam Masa Transisi Menuju Endemi, Minggu (12/6/2022).

Varian BA.4 dan BA.5 yang merupakan turunan dari Omicron, diketahui memiliki kemampuan lebih pandai. Dalam menghindari atau mengelabuhi sistem kekebalan tubuh (imun) manusia, dikatakan dr Erlina.

Baca Juga: Waspadai Varian Baru Covid-19
">

Hal tersebut juga, ditegaskan oleh Dr. dr. Andani Eka Putra, M. Sc. Tenaga Ahli Kementerian Kesehatan RI bahwa anak-anak bisa tertular, meskipun sudah divaksinasi Covid-19.

Sebab hal itu, terbukti dari hasil survei dalam pembelajaran tatap muka (PTM) sebanyak 85 persen terinfeksi Covid-19, dengan 15 persen bergejala ringan.

"Apa lagi kita tahu Omicron ini memiliki kemampuan untuk excape imunity yang mampu mengelabuhi sistem imun sehingga mudah mengalami reinfeksi dan inflamasi," jelas dr Erlina.

Ia menjelaskan bahwa kebanyakan anak hanya mengalami gejala ringan bahkan tidak bergejala. Di mana kedua orang tua tidak tahu anaknya terinfeksi, bahkan sang anak juga tidak merasakan apa.

"Jadi tidak ada bedanya antara anak-anak atau dewasa, dan berdasarkan hasil survei belajar tatap muka. Kemudian ketiga didukung survei dari data vakainasi anak sudah 70 persen terinfeksi," jelas dr Andani.

"Bahkan orang tua tidak tahu anaknya sakit dan si anak tidak mengalami apa-apa. Jadi anak-anak itu bisa terpapar dan umumnya ringan," tambahnya.
(hri)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1962 seconds (11.97#12.26)