Balinale 2022 Selesai Digelar, Film Preman Sabet Penghargaan Pilihan Komite
Selasa, 14 Juni 2022 - 13:57 WIB
loading...
A
A
A
Juri menganggap film ini dituturkan secara sederhana namun sangat mengena, menghadirkan karakter dengan segala kompleksitas permasalahan.
Mulai dari hidup sebagai buruh migran. COVID-19, orangtua tunggal. Serta penggunaan animasi dalam film dokumenter, menjadikan Homebound memiliki kebaruan bagi pembuat film dokumenter Indonesia. Hal inilah yang menjadikan gaya bertutur lebih efektif dan pilihan cerdas atas masalah keterbatasan pengambilan realita gambar di masa pandemi," kata Dewan Juri.
Untuk kategori Film Narasi Pendek dimenangkan oleh film Murder Tongueyang disutradarai Ali Sohail Jaura (Pakistan). Juri menyebut Murder Tongue merupakan film narasi pendek yang indah dan dikemas dengan begitu banyak letupan, terutama melalui eksplorasi tuturan yang kaya metafora, sekaligus keheningan.
"Melalui tata visual yang sangat tepat, menjadikan tampilan film begitu menyentuh saat menghadirkan kekerasan terhadap komunitas terpinggirkan. Murder Tongue mampu menegaskan tentang kuatnya politik etnis di Asia Selatan yang melewati konteks budaya dan dikemas melalui Bahasa yang sangat universal," ucap Juri.
Sementara di kategori Drama Dokumenter diraih film My Childhood, My Country – 20 Years in Afghanistan garapan sutradara Phil Grabsky dan Shoaib Sharifi (Inggris). Film ini dianggap memiliki kejelian dan ketekunan mengikuti karakter yang akhirnya menjadi simbol kehidupan seluruh negara.
"Struktur dimulai dengan peristiwa tragis sebelumnya, kemudian berlanjut pada karakter yang sama seperti anak berusia tujuh tahun, lalu terus mempertahankan ketegangan yang membuat film tetap memiliki tensi tingkat tinggi yang memungkinkan mendapatkan kepercayaan dari keluarga yang mengizinkan menuntaskan film melewati beberapa momen personal yang paling sensitif," papar Juri.
Mulai dari hidup sebagai buruh migran. COVID-19, orangtua tunggal. Serta penggunaan animasi dalam film dokumenter, menjadikan Homebound memiliki kebaruan bagi pembuat film dokumenter Indonesia. Hal inilah yang menjadikan gaya bertutur lebih efektif dan pilihan cerdas atas masalah keterbatasan pengambilan realita gambar di masa pandemi," kata Dewan Juri.
Untuk kategori Film Narasi Pendek dimenangkan oleh film Murder Tongueyang disutradarai Ali Sohail Jaura (Pakistan). Juri menyebut Murder Tongue merupakan film narasi pendek yang indah dan dikemas dengan begitu banyak letupan, terutama melalui eksplorasi tuturan yang kaya metafora, sekaligus keheningan.
"Melalui tata visual yang sangat tepat, menjadikan tampilan film begitu menyentuh saat menghadirkan kekerasan terhadap komunitas terpinggirkan. Murder Tongue mampu menegaskan tentang kuatnya politik etnis di Asia Selatan yang melewati konteks budaya dan dikemas melalui Bahasa yang sangat universal," ucap Juri.
Sementara di kategori Drama Dokumenter diraih film My Childhood, My Country – 20 Years in Afghanistan garapan sutradara Phil Grabsky dan Shoaib Sharifi (Inggris). Film ini dianggap memiliki kejelian dan ketekunan mengikuti karakter yang akhirnya menjadi simbol kehidupan seluruh negara.
"Struktur dimulai dengan peristiwa tragis sebelumnya, kemudian berlanjut pada karakter yang sama seperti anak berusia tujuh tahun, lalu terus mempertahankan ketegangan yang membuat film tetap memiliki tensi tingkat tinggi yang memungkinkan mendapatkan kepercayaan dari keluarga yang mengizinkan menuntaskan film melewati beberapa momen personal yang paling sensitif," papar Juri.
Lihat Juga :