Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Beberkan Pentingnya Investasi Teknologi untuk Pencegahan Krisis

Rabu, 15 Juni 2022 - 13:37 WIB
loading...
Wamenparekraf Angela...
Wamenparekraf, Angela Tanoesoedibjo mengingatkan pentingnya investasi di bidang teknologi dalam mengelola krisis di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. / Foto: Instagram
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo mengingatkan pentingnya investasi di bidang teknologi dalam mengelola krisis di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Melalui hal tersebut, percepatan pemulihan ekonomi Tanah Air dapat terwujud. Selain itu, Wamenparekraf Angela juga menekankan, ketika berbicara mengenai krisis di sektor parekraf , semua perlu memahami konteks dari krisis itu sendiri.

Hal itu, lanjut dia, karena jenis krisis beragam mulai dari krisis alam, buatan manusia, ekonomi, politik, terorisme, hingga perubahan iklim.

Baca juga: Park Hyatt Jakarta Segera Beroperasi

Angela juga menyebut, terdapat dampak dan risiko krisis ini dapat mengganggu jalannya kegiatan pariwisata, bahkan membuat industri ini mundur selama beberapa tahun.

"Jadi ketika kita berbicara tentang teknologi apa yang harus kita investasikan untuk meningkatkan ketahanan pariwisata, saya percaya kita harus mulai berinvestasi dalam pencegahan krisis. Karena pencegahan lebih baik daripada penyembuhan atau pemulihan ketika krisis itu datang," ujar Wamenparekraf Angela saat menghadiri UNWTO Ministerial Roundtable on Tourism Resilience through Innovation and Digitalization in Asia and the Pacific di CROSSROADS Maldives, Selasa, 14 Juni 2022.

Investasi di bidang teknologi ini, jelas dia, bisa berupa sistem peringatan dini terhadap krisis alam di destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif. Di samping itu juga perlu adanya pembangunan infrastruktur yang kokoh dan kuat guna mengantisipasi potensi bahaya.

"Tentu saja, teknologi platform komunikasi terintegrasi untuk dapat menyebarluaskan informasi secara efektif dalam menghadapi keadaan darurat," papar Angela melalui siaran persnya.

Dalam menghadapi krisis perubahan iklim, Angela juga menjelaskan bahwa Kemenparekraf telah bekerja sama dengan pelaku industri untuk memperkenalkan teknologi baru yakni aplikasi carbon footprint calculator dan offsetting untuk para wisatawan. Ini guna mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Program carbon footprint calculator (CFPC) merupakan upaya Kemenparekraf dalam melakukan pengimbangan nilai emisi yang telah dihasilkan, dengan menyerap jejak karbon demi membantu mencegah dampak buruknya pada iklim.

"Sehingga traveler bisa memilih untuk bepergian dengan lebih bertanggung jawab saat berkunjung ke Indonesia. Kami juga melakukan investasi teknologi lainnya untuk mengurangi penyebab bencana, seperti energi bersih, transportasi hijau, ekowisata, dan pengelolaan sampah," jelasnya.

Selain itu, kata Angela, Kemenparekraf juga mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri agar bisa masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital. Karena seperti yang diketahui bersama, pandemi Covid-19 membuat mobilitas masyarakat jadi terbatas, kegiatan perdagangan pun sempat terhenti.

Salah satu solusi untuk keluar dari krisis tersebut dengan mengandalkan digitalisasi yang berkembang sangat pesat di tengah pandemi. Dan pelaku usaha mau tidak mau harus mampu memanfaat peluang ini.

Baca juga: Cuma 2 Hari! Jangan Sampai Terlewat Promo Magic Sale di Mister Aladin, Ada Diskon s.d 70% + Rp800.000

"Hingga saat ini, kami telah berhasil melakukan on boarding 18,5 juta pelaku UMKM ke platform digital. Sehingga mereka dapat memperluas pasar mereka secara lokal, nasional, dan internasional. Dan ini penting bagi Indonesia karena UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, dan teknologi dapat membantu mereka dengan efisiensi," tutupnya.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Targetkan 50 Persen Konten AI di V+Short, Siap Ubah Industri Hiburan Digital
MNC Digital Entertainment...
MNC Digital Entertainment Resmi Luncurkan V+Short di Hong Kong, Bidik Pasar Global
Lahirkan Banyak Chef...
Lahirkan Banyak Chef Hebat, Angela Tanoesoedibjo Apresiasi MasterChef Tembus Season 13
HUT ke-19 Okezone, Angela...
HUT ke-19 Okezone, Angela Tanoesoedibjo: Kita Harus Jadi Top of Mind
Pariwisata Indonesia...
Pariwisata Indonesia Bertumbuh Pesat Sepanjang 2025, Raup Devisa USD18,5 Miliar
Kemenpar Sediakan Paket...
Kemenpar Sediakan Paket Wisata dan Dorong Diskon Tiket untuk Hadapi Libur Nataru
Bukan Cuma Kinerja Keuangan,...
Bukan Cuma Kinerja Keuangan, Ini Alasan MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026
Bisnis Indonesia Awards...
Bisnis Indonesia Awards Harapkan Pemenang Kategori Bisa Hadapi Tantangan di Tengah Situasi Dinamis
Raih Bisnis Indonesia...
Raih Bisnis Indonesia Award 2026, Angela: MNC Digital Terus Berinovasi di Tengah Tantangan yang Ada
Rekomendasi
Tertarik Menjadi Guru?...
Tertarik Menjadi Guru? Kemendikdasmen Buka Pendaftaran Seleksi PPG 2026
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 1,06% ke Level 5.806
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku, BMKG: Waspada Gempa Susulan
Berita Terkini
Digugat Rp1 Miliar oleh...
Digugat Rp1 Miliar oleh Keluarga Keisya Levronka, Untar Buka Suara
V BTS Minta ARMY Tak...
V BTS Minta ARMY Tak Datangi Hotel selama Tur Eropa, Ungkap Hanya Tidur 2,5 Jam
Rahasia Mpok Atiek Tetap...
Rahasia Mpok Atiek Tetap Fit di Usia 70 Tahun, Rutin Olahraga hingga Positif Thinking
Jelang Pernikahan Taylor...
Jelang Pernikahan Taylor Swift, Sejumlah Selebriti Mulai Berdatangan ke New York
Apa Itu Playing Victim?...
Apa Itu Playing Victim? Dokter Ungkap Dampaknya pada Hubungan dan Kesehatan Mental
Hong Kong Hadirkan Festival...
Hong Kong Hadirkan Festival Pixar hingga Duel Klub Eropa Musim Panas
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved