Epidemiolog Ungkap Alasan Kematian dan Tingkat Keterisian RS akibat Covid-19 Masih Rendah

Jum'at, 24 Juni 2022 - 10:59 WIB
loading...
Epidemiolog Ungkap Alasan...
Indonesia memiliki positivity rate di level 3,30% per 22 Juni 2022 dengan jumlah orang yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 1.985 dan jumlah yang dites 60.147. / Foto: ilustrasi/dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan melaporkan konfirmasi kasus Covid-19 per 23 Juni 2022 sebanyak 1.907. Angka tersebut turun dari hari sebelumnya yaitu 1.985.

Kendati demikian, kenaikan kasus itu harus diwaspadai karena lonjakannya cukup tinggi dari minggu-minggu sebelumnya.

Lonjakan kasus yang signifikan ini jika dilihat dari kacamata epidemiologis ternyata masih dalam batas aman. Ini mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni positivity rate harus di bawah 5 persen.

Baca juga: Diperingati Setiap 24 Juni, Ini Sejarah Hari Bidan Nasional

Indonesia sendiri positivity rate-nya masih di level 3,30% per 22 Juni 2022 dengan jumlah orang yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 1.985 dan jumlah orang yang dites 60.147. Artinya, kenaikan kasus sejauh ini masih terkendali.

Apabila melihat data kematian dan keterisian rumah sakit, epidemiolog Universitas Airlangga, DR. dr. M. Athoillah Isfandiari menerangkan bahwa tidak ada kenaikan yang cukup berarti di dua indikator penting tersebut.

Ada alasan mengapa angka kematian dan keterisian rumah sakit tidak mengalami kenaikan di tengah lonjakan kasus saat ini. Menurut dr. Athoillah, itu karena jumlah orang rentan di Indonesia semakin sedikit.

"Salah satu alasannya adalah, berdasarkan pemodelan epidemiologi yang kami lakukan di Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga, susceptible person atau orang yang rentan tertular itu tinggal 10 persen," jelas dr Athoillah di webinar PB IDI, Kamis, 23 Juni 2022.

Siapa 10 persen tersebut? Dokter Athoillah menjawab jika mereka adalah masyarakat yang benar-benar tidak tersentuh vaksinasi atau belum pernah mengalami infeksi alami sebelumnya. Artinya, kurang lebih 90 persen masyarakat di Jawa sudah memiliki kekebalan baik dari vaksinasi maupun infeksi alami, atau double yang biasa disebut hybrid immunity.



"Hal ini yang membuat kita cukup tidak khawatir terhadap angka hospitalisasi dan kematian, bukan angka kenaikan kasus, ya," ungkap dr. Athoillah.

Pasalnya, kenaikan kasus kini terjadi setelah berminggu-minggu angka konfirmasi sangat landai. Tapi, kini angka kasus naik lagi dan mungkin akan bertambah gegara Idul Adha dan musim haji, terhitung 2 minggu lagi dari sekarang.

Baca juga: Viral, Wajah Pria Ini Sangat Mirip dengan Fuji, Netizen: Fujiyanto

"Peluang transmisi naik lagi sekarang, dan ini sedikit membuyarkan skenario penanganan pandemi. Kita harus waspada, karena pandemi belum selesai," kata dia.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ahli Epidemiologi Sebut...
Ahli Epidemiologi Sebut Indonesia Punya Peluang Cegah Virus Hanta, Begini Caranya
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Menyebar ke 23 Negara, Ini yang Perlu Diketahui
Jerinx SID Unggah Foto...
Jerinx SID Unggah Foto Pakai Baju Bali Tolak Rapid, Sentil Soal Konspirasi Covid 19 di Epstein Files
Jerinx SID Sebut Dulu...
Jerinx SID Sebut Dulu Omongannya Soal Hubungan Covid-19 dan Epstein Files Dianggap Halu
Bagaimana Penularan...
Bagaimana Penularan Virus Nipah? Ini Penjelasan Ahli Epidemiologi
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Ditahan Curacao, Ekuador...
Ditahan Curacao, Ekuador Gagal Segel Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Audisi DMD Panggung...
Audisi DMD Panggung Rezeki MNCTV di Mojokerto Diserbu Peserta dari Berbagai Daerah
Sarwendah Bantah Rugi...
Sarwendah Bantah Rugi Rp20 Miliar, Sebut Masih Banyak Brand yang Bekerja Sama
Sarwendah Akhirnya Buka...
Sarwendah Akhirnya Buka Suara, Tegas Bantah Halangi Ruben Onsu Bertemu Anak
Kekasih Sarwendah Jadi...
Kekasih Sarwendah Jadi Sorotan, Giorgio Antonio Diduga Kenakan Jam Tangan Palsu Audemars Piguet
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
Pria Mudah Lelah dan...
Pria Mudah Lelah dan Mengantuk Meski Cukup Tidur? Bisa Jadi Tanda Testosteron Rendah
Infografis
3 Alasan Presiden Jokowi...
3 Alasan Presiden Jokowi Cabut Status Pandemi Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved