Ahli Sebut Ganja Medis Berisiko Sebabkan Ketergantungan, Penggunaan Harus Diawasi Ketat
Rabu, 29 Juni 2022 - 18:55 WIB
loading...
A
A
A
Prof. Beri melanjutkan, karena ada risiko tersebut, itulah sebabnya penggunaan ganja medis ini harus sangat ketat pengawasannya oleh dokter yang meresepkan.
Kemudian, apakah penggunaan ganja medis sebagai obat juga bisa membuat pasien mengalami 'high'?
Baca Juga: DPR Hati-hati Kaji Pelegalan Penggunaan Ganja Medis
Menurut Prof. Beri, hal itu pun berkaitan dengan dosis penggunaannya. Pada kebanyakan kasus ganja medis sebagai obat, dosis yang dibutuhkan untuk tujuan medis biasanya lebih rendah daripada untuk rekreasi.
"Yang jelas, saat pengobatan, pasien tidak boleh mengemudi. Kemudian, tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidiol murni (CBD) yang merupakan obat mengandung ganja yang sudah diizinkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) itu tidak boleh dipakai sama sekali oleh perempuan hamil dan menyusui," ungkapnya.
Kemudian, apakah penggunaan ganja medis sebagai obat juga bisa membuat pasien mengalami 'high'?
Baca Juga: DPR Hati-hati Kaji Pelegalan Penggunaan Ganja Medis
Menurut Prof. Beri, hal itu pun berkaitan dengan dosis penggunaannya. Pada kebanyakan kasus ganja medis sebagai obat, dosis yang dibutuhkan untuk tujuan medis biasanya lebih rendah daripada untuk rekreasi.
"Yang jelas, saat pengobatan, pasien tidak boleh mengemudi. Kemudian, tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidiol murni (CBD) yang merupakan obat mengandung ganja yang sudah diizinkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) itu tidak boleh dipakai sama sekali oleh perempuan hamil dan menyusui," ungkapnya.
(tsa)
Lihat Juga :