Tidak Semua Infeksi Paru-Paru Bisa Dicegah, Minimalkan Risiko dengan Cara Ini

Sabtu, 02 Juli 2022 - 09:06 WIB
loading...
Tidak Semua Infeksi Paru-Paru Bisa Dicegah, Minimalkan Risiko dengan Cara Ini
Tidak semua infeksi paru-paru bisa dicegah, namun beberapa cara bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko. Foto/Irish News
A A A
JAKARTA - Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat (1/7/2022) pukul 11.10 WIB di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. Ia meninggal setelah berjuang melawan infeksi paru-paru . Tidak semua infeksi paru-paru dapat dicegah, tetapi Anda dapat meminimalkan risiko dengan beberapa tips.

Di antaranya adalah cuci tangan secara teratur, hindari menyentuh wajah atau mulut, hindari berbagi peralatan, makanan, atau minuman dengan orang lain, hindari berada di tempat ramai yang mudah menularkan virus, jangan merokok tembakau, suntikan flu setiap tahun untuk mencegah infeksi influenza.

Bagi mereka yang berisiko lebih besar, cara terbaik untuk mencegah pneumonia bakteri dari jenis bakteri yang paling umum adalah dengan salah satu dari dua vaksin yakni vaksin konjugasi pneumokokus PCV13, vaksin polisakarida pneumokokus PPSV23.

Dilansir dari Healthline, Jumat (1/7/2022) adapun vaksin ini direkomendasikan untuk bayi, orang tua, orang yang merokok dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan kronis.

Baca Juga : 10 Ciri-ciri Infeksi Paru-paru yang Tak Disadari Seperti Diidap Tjahjo Kumolo

Sementara itu, infeksi paru-paru adalah suatu kondisi di mana mikroorganisme penyebab penyakit menyebabkan kerusakan dan peradangan karena pengumpulan sel-sel kekebalan di saluran udara atau jaringan paru-paru.

Infeksi paru-paru dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau parasit. Dalam beberapa kasus, lebih dari satu jenis mikroorganisme bertanggung jawab. Dilansir dari Very Well Health, misalnya, bronkitis virus dapat menyebabkan pneumonia bakteri.

Infeksi paru-paru bisa ringan atau parah dan dapat menyerang orang-orang dari segala usia, meskipun beberapa infeksi jauh lebih umum pada usia tertentu. Penyakit ini dapat mempengaruhi saluran udara dari berbagai ukuran (bronkus, bronkiolus, alveoli) atau jaringan yang mengelilingi saluran udara paru-paru.

Tjahjo menghembuskan napas terakhirnya di usia 64 tahun setelah berjuang melawan infeksi paru. Sebelumnya, posisi Tjahjo sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) sempat digantikan oleh Menteri Koordinasi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD karena harus menjalani perawatan intensif akibat penyakit yang diidapnya.

Baca Juga : Tjahjo Kumolo Meninggal usai Berjuang Melawan Infeksi Paru, Kenali Jenis dan Gejalanya
(wur)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.0955 seconds (10.55#12.26)