Cegah Paparan Pornografi di Internet pada Anak, Orangtua Perlu Lakukan Ini
Jum'at, 08 Juli 2022 - 14:24 WIB
loading...
Tingginya aktivitas digital masyarakat turut membuka terjadinya potensi buruk, salah satunya paparan pornografi pada anak. Terkait pornografi, orangtua memiliki peran penting untuk mencegah paparan hal tersebut pada si buah hati. Foto Ilustrasi/Dok AFP
A
A
A
JAKARTA - Tingginya aktivitas digital masyarakat turut membuka terjadinya potensi buruk, mulai penipuan, pencurian akun, hingga paparan pornografi terhadap anak. Terkait pornografi, orangtua memiliki peran penting untuk mencegah paparan hal tersebut pada si buah hati.
We Are Social mencatat, pada 2021 pengguna internet di Tanah Air mencapai 202,6 juta atau sekitar 61,8% dari total populasi Indonesia. Sementara menurut survei Literasi Digital di tahun yang sama, indeks atau skor literasi digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih dalam kategori "sedang".
Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi serta mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, secara daring pada 6 Juli lalu. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada 2024.
Wakil Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komunikasi Sulselbar Alem Febri Sonni mengatakan, tingginya aktivitas digital masyarakat turut membuka terjadinya potensi buruk, mulai penipuan, pencurian akun, hingga paparan pornografi terhadap anak. Pemahaman orangtua akan literasi digital merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki dari sisi keamanan bagi anak di dunia maya.
Menurut dia, orangtua juga harus mampu mengembangkan keterampilan anak yang dikaitkan dengan pemanfaatan teknologi digital.
We Are Social mencatat, pada 2021 pengguna internet di Tanah Air mencapai 202,6 juta atau sekitar 61,8% dari total populasi Indonesia. Sementara menurut survei Literasi Digital di tahun yang sama, indeks atau skor literasi digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih dalam kategori "sedang".
Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi serta mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, secara daring pada 6 Juli lalu. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada 2024.
Wakil Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komunikasi Sulselbar Alem Febri Sonni mengatakan, tingginya aktivitas digital masyarakat turut membuka terjadinya potensi buruk, mulai penipuan, pencurian akun, hingga paparan pornografi terhadap anak. Pemahaman orangtua akan literasi digital merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki dari sisi keamanan bagi anak di dunia maya.
Menurut dia, orangtua juga harus mampu mengembangkan keterampilan anak yang dikaitkan dengan pemanfaatan teknologi digital.
Lihat Juga :