Intip Wisata Taman Arjuno Malang, Surganya Pecinta Tanaman Anggrek di Kaki Gunung
Minggu, 24 Juli 2022 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau dari dulu konsumen sudah di kebun akan dapat bonus edukasi, beda kalau jual di online, enak ke kebun bisa tanya-tanya lebih detail, dari dulu otomatis sudah. Pengembangan adanya Taman Arjuno itu kita ada instansi-instansi yang ke sini, bikin seminar, sekolah bawa satu kelas ada show-nya, ada edukasi. Edukasinya agak lebih tertata, secara kelompok pun bisa asalkan bisa janjian," paparnya.
Selain sebagai tempat memamerkan ribuan tanaman anggrek dan penjualan, Taman Arjuno juga jadi tempat produksi pembibitan, budidaya anggrek hingga berbunga, dan penjualan anggrek jadi atau yang telah menghasilkan bunga. Menariknya di Taman Arjuno ini juga dilengkapi laboratorium pengembangan pembudidayaan bertaraf internasional seluas 300 meter persegi.
Di laboratorium ini nantinya bibit-bibit anggrek dikembangkan demi memenuhi permintaan pasar yang dinilai berlebih. Pasalnya selama ini kebutuhan anggrek banyak dipenuhi dari pasar impor dari Thailand dan Taiwan. Hal ini membuat pihaknya berinisiatif membuat laboratorium dengan standar internasional.
"Kita masih impor, masih 36 juta bibir pertahun dari Thailand. Supply demand kita nggak imbang, setahun se Indonesia (cuma produksi) 10 juta belum terpenuhi, masih njomplang (antara permintaan dan kebutuhan)," jelasnya.
Pengembangan anggrek itu melibatkan tim riset sendiri yang bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Malang. Tercatat ada lima jenis anggrek yang dikembangkan dan dijual di Taman Arjuno. Mulai dari Dendrobium, Phalaenopsis, Cattleya, Vanda dan Grammatophy.
"Anggrek itu termasuk bunga kategori mahal. Kemudian harganya juga stabil, serta pasarnya selalu ada. Makanya kami coba kembangkan. Saat ini baru di angka 2,5 juta bibit, ke depan diharapkan mampu memproduksi 10 juta bibit," tukasnya.
Selain sebagai tempat memamerkan ribuan tanaman anggrek dan penjualan, Taman Arjuno juga jadi tempat produksi pembibitan, budidaya anggrek hingga berbunga, dan penjualan anggrek jadi atau yang telah menghasilkan bunga. Menariknya di Taman Arjuno ini juga dilengkapi laboratorium pengembangan pembudidayaan bertaraf internasional seluas 300 meter persegi.
Di laboratorium ini nantinya bibit-bibit anggrek dikembangkan demi memenuhi permintaan pasar yang dinilai berlebih. Pasalnya selama ini kebutuhan anggrek banyak dipenuhi dari pasar impor dari Thailand dan Taiwan. Hal ini membuat pihaknya berinisiatif membuat laboratorium dengan standar internasional.
"Kita masih impor, masih 36 juta bibir pertahun dari Thailand. Supply demand kita nggak imbang, setahun se Indonesia (cuma produksi) 10 juta belum terpenuhi, masih njomplang (antara permintaan dan kebutuhan)," jelasnya.
Pengembangan anggrek itu melibatkan tim riset sendiri yang bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Malang. Tercatat ada lima jenis anggrek yang dikembangkan dan dijual di Taman Arjuno. Mulai dari Dendrobium, Phalaenopsis, Cattleya, Vanda dan Grammatophy.
"Anggrek itu termasuk bunga kategori mahal. Kemudian harganya juga stabil, serta pasarnya selalu ada. Makanya kami coba kembangkan. Saat ini baru di angka 2,5 juta bibit, ke depan diharapkan mampu memproduksi 10 juta bibit," tukasnya.
(hri)
Lihat Juga :