Bersahabat dengan Autoimun Cara Positif bagi Penderita untuk Nikmati Hidup
Minggu, 24 Juli 2022 - 22:29 WIB
loading...
A
A
A
"Pengalaman saya, kita banyak berkomunikasi dengan ahli-ahli autoimun lain, mencoba supaya diet gluten free," ungkapnya.
Dokter Iris menyarankan untuk diet gluten karena ditengarai ada satu protein di tepung terigu atau tepung gandum, yang sering kali men-triger terjadinya kebocoran usus untuk orang-orang dengan autoimun.
"Dengan diet gluten untuk sementara waktu, bisa lebih efektif hingga mereka terlepas dari obat-obatan yang selama ini dikonsumsi," ujarnya.
Sementara itu, pasien autoimun pun harus diberikan support atau dorongan positif dari lingkungannya. Hal ini karena berkaitan dengan keadaan psikis dari orang yang menderita penyakit tersebut. "Betul, harus terus didukung supaya lebih semangat untuk sembuh," katanya.
Pada kesempatan yang sama diperkenalkan pula obat terobosan baru dari Biotek Farmasi Indonesia, yaitu Viradef dan Regimun. Diketahui bahwa selama ini penanganan autoimun adalah dengan immunosuppressant, yakni menekan imun dan sejenisnya. Penekanan terhadap sistem imun sendiri sebenarnya tidak boleh dilakukan dalam waktu panjang lebih dari 5 hari karena mengakibatkan efek yang fatal pada jangka pendek, menengah dan panjang bagi si penderita.
Dokter Iris menyarankan untuk diet gluten karena ditengarai ada satu protein di tepung terigu atau tepung gandum, yang sering kali men-triger terjadinya kebocoran usus untuk orang-orang dengan autoimun.
"Dengan diet gluten untuk sementara waktu, bisa lebih efektif hingga mereka terlepas dari obat-obatan yang selama ini dikonsumsi," ujarnya.
Sementara itu, pasien autoimun pun harus diberikan support atau dorongan positif dari lingkungannya. Hal ini karena berkaitan dengan keadaan psikis dari orang yang menderita penyakit tersebut. "Betul, harus terus didukung supaya lebih semangat untuk sembuh," katanya.
Pada kesempatan yang sama diperkenalkan pula obat terobosan baru dari Biotek Farmasi Indonesia, yaitu Viradef dan Regimun. Diketahui bahwa selama ini penanganan autoimun adalah dengan immunosuppressant, yakni menekan imun dan sejenisnya. Penekanan terhadap sistem imun sendiri sebenarnya tidak boleh dilakukan dalam waktu panjang lebih dari 5 hari karena mengakibatkan efek yang fatal pada jangka pendek, menengah dan panjang bagi si penderita.
(tsa)
Lihat Juga :