Gerakan Nasional Literasi Digital Serukan Bijak dan Sopan Berkomentar di Aplikasi Pesan Instan
Rabu, 27 Juli 2022 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu pembicara lain, yakni Pegiat Japelidi dan Mafindo Citra Rosalyn Anwar membahas tentang tata krama dalam berinteraksi dengan orang lain melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp (WA). Salah satu yang kerap terjadi adalah orang membuat WAG dan langsung memasukkan kontak orang lain tanpa pemberitahuan atau izin terlebih dulu.
“Padahal ada pilihan, salah satunya bisa invite melalui tautan atau link. Jadi, orang itu yang akan memutuskan apakah dia akan bergabung di WAG tersebut atau tidak,” ucapnya.
Citra juga mengingatkan etika dalam menegur orang lain yang dinilai tidak sopan saat berkomentar di WAG. Caranya dengan memberi tahu atau mengirim pesan secara pribadi, bukan di WAG. Alternatif lain adalah meminta admin WAG yang menegur.
“Kalau menegur langsung di WAG pasti heboh karena orang itu nge-chat pakai jari, tapi bacanya pake hati, jadinya berantem dan baper. Jadi, dalam memberi tahu atau menasihati orang itu harus dalam hening, kalau di keramaian ngajak berantem namanya,” tukas dia.
Citra menambahkan, pada prinsipnya setiap pengguna internet harus menyadari bahwa dirinya berinteraksi dengan manusia nyata di jaringan yang lain. Bukan sekadar deretan karakter huruf di layar monitor, namun dengan karakter manusia sesungguhnya.
“Padahal ada pilihan, salah satunya bisa invite melalui tautan atau link. Jadi, orang itu yang akan memutuskan apakah dia akan bergabung di WAG tersebut atau tidak,” ucapnya.
Citra juga mengingatkan etika dalam menegur orang lain yang dinilai tidak sopan saat berkomentar di WAG. Caranya dengan memberi tahu atau mengirim pesan secara pribadi, bukan di WAG. Alternatif lain adalah meminta admin WAG yang menegur.
“Kalau menegur langsung di WAG pasti heboh karena orang itu nge-chat pakai jari, tapi bacanya pake hati, jadinya berantem dan baper. Jadi, dalam memberi tahu atau menasihati orang itu harus dalam hening, kalau di keramaian ngajak berantem namanya,” tukas dia.
Citra menambahkan, pada prinsipnya setiap pengguna internet harus menyadari bahwa dirinya berinteraksi dengan manusia nyata di jaringan yang lain. Bukan sekadar deretan karakter huruf di layar monitor, namun dengan karakter manusia sesungguhnya.
Lihat Juga :