Kenalkan Cita Rasa Makanan pada Anak, Orang Tua Diperkenankan Pakai Micin Secukupnya
Rabu, 03 Agustus 2022 - 09:17 WIB
loading...
A
A
A
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebut konsumsi glutamat sesuai dengan kebutuhan tidak akan berdampak pada kesehatan. Ardi pun menyebutkan, belum ada penelitian yang membuktikan seputar mitos MSG yang berdampak serius bagi kesehatan manusia.
"MSG boleh enggak ya, berbahaya enggak ya, pasti ada pertanyaan itu. Anak-anak butuh makanan lezat, cita rasa yang enak enggak mungkin hambar, tapi ada takarannya, gula, garam, lemak. Tapi untuk MSG gimana? Jangan ragu ya, MSG tidak berbahaya asal dikonsumsi secukupnya," papar Ardi.
Ardi Santoso mengatakan, konsumsi MSG sangat merata di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Fakta ini menepis anggapan bahwa mengonsumsi micin bikin bodoh anak.
"Jadi kalau memang MSG bikin bodoh, tentu saja seluruh negara tidak akan mengonsumsi MSG dengan jumlah yang banyak," ungkapnya.
Selain dianggap menjadi pemicu kebodohan pada anak, mitos lainnya yang berkembang yakni MSG dapat mengganggu fungsi kerja otak, generasi micin, meningkatkan risiko asma, meningkatkan kanker, dan memicu kelebihan berat badan.
Faktanya, kadar natrium (Na) pada MSG lebih sedikit ketimbang garam dapur. MSG mengandung 12% Na, sedangkan garam dapur 39%. Artinya, kandungan Na di MSG lebih sedikit dibandingkan garam dapur sehingga risiko hipertensi akibat konsumsi natrium berlebih lebih tinggi pada garam dapur.
"MSG boleh enggak ya, berbahaya enggak ya, pasti ada pertanyaan itu. Anak-anak butuh makanan lezat, cita rasa yang enak enggak mungkin hambar, tapi ada takarannya, gula, garam, lemak. Tapi untuk MSG gimana? Jangan ragu ya, MSG tidak berbahaya asal dikonsumsi secukupnya," papar Ardi.
Ardi Santoso mengatakan, konsumsi MSG sangat merata di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Fakta ini menepis anggapan bahwa mengonsumsi micin bikin bodoh anak.
"Jadi kalau memang MSG bikin bodoh, tentu saja seluruh negara tidak akan mengonsumsi MSG dengan jumlah yang banyak," ungkapnya.
Selain dianggap menjadi pemicu kebodohan pada anak, mitos lainnya yang berkembang yakni MSG dapat mengganggu fungsi kerja otak, generasi micin, meningkatkan risiko asma, meningkatkan kanker, dan memicu kelebihan berat badan.
Faktanya, kadar natrium (Na) pada MSG lebih sedikit ketimbang garam dapur. MSG mengandung 12% Na, sedangkan garam dapur 39%. Artinya, kandungan Na di MSG lebih sedikit dibandingkan garam dapur sehingga risiko hipertensi akibat konsumsi natrium berlebih lebih tinggi pada garam dapur.
Lihat Juga :