Singapura dan Malaysia Sudah Lepas Masker, Indonesia Kapan? Ini Penjelasan IDI

Kamis, 08 September 2022 - 11:30 WIB
loading...
Singapura dan Malaysia Sudah Lepas Masker, Indonesia Kapan? Ini Penjelasan IDI
Aturan protokol kesehatan (Prokes) seperti menggunakan masker kini mulai ditinggalkan secara perlahan di sejumlah negara, termasuk Singapura dan Malaysia. Foto/
A A A
JAKARTA - Aturan protokol kesehatan (Prokes) seperti menggunakan masker kini mulai ditinggalkan secara perlahan. Hal ini sudah mulai diberlakukan di beberapa negara, termasuk Singapura dan Malaysia.

Lantas kapan Indonesia bisa melepas masker? Pertanyaan itu banyak dilontarkan sejumlah masyarakat. Menanggapi hal tersebut Ikatan Dokter indonesia (IDI) menyatakan belum berani merekomendasikan untuk aturan itu.

Sebab kasus Covid-19 di Indonesia, dinilai masih mengalami kenaikan sehingga perlu tetap waspada dengan mematuhi Prokes.

"Kalau sekarang dari data yang ada peningkatan kasus. Kita belum merekomendasikan ke arah sana, artinya kita masih harus menggunakan masker sambil kita lihat perkembangannya," ungkap Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr Adib Khumaidi di Gedung Dr R Soeharto, Kantor PB IDI, Jakarta Pusat Selasa 30 Agustus 2022.

Baca Juga: Kebijakan Lepas Masker, Begini Aturan di Lingkungan Bandara

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Mohammad Syahril mengatakan bahwa masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Baik selama ada atau tidaknya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Indonesia.

"PPKM itu akan hanya alat saja ya. Jadi kalau kita lihat PPKM 1 atau 2 apakah sudah bebas semua?, nggak. Orang tetap harus pakai terus (masker/Prokes) sampai terkendali betul," jelas dr Syahril Juru Bicara Kementerian Kesehatan.

Sekadar informasi, penularan virus, seperti Covid-19 bisa di manapun. Terlebih dalam berkegiatan, seperti transportasi umum memungkinkan seseorang terinfeksi.

Sama halnya ketika di dalam ruangan, saat makan semua orang membuka masker. Momen yang memudahkan virus masuk ke dalam tubuh, yang melawannya adalah sistem kekebalan tubuh (imunitas).

"Tapi kalau tubuh kita cukup kuat dia tidak masuk ke dalam sel-sel dan juga tidak mereplikasi bertambah banyak, dia (virus) akan dieliminasi oleh kekebalan (imunitas /antibodi)," jelas Guru Besar Mikrobiologi FKUI, Prof Amin Soebandrio, belum lama ini.
(hri)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1969 seconds (11.252#12.26)