Banyak Faktor Penyebab Obesitas, Apakah MSG Termasuk?
Rabu, 07 September 2022 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu penyebab terbesar obesitas adalah pola makan berlebihan. Oleh karenanya, pola makan harus diperbaiki yakni dengan pengaturan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman.
Selain mengonsumsi makanan yang bergizi, Arti menyarankan agar masyarakat mengurangi konsumsi garam pada makanannya guna mencegah obesitas. Standar penggunaan garam yang ideal adalah kurang dari 5 gram.
Namun, kerap kali mengurangi konsumsi garam membuat rasa pada makanan menjadi kurang nikmat. "Bagaimana sih biar makanan enak dan aman untuk dikonsumsi jangka panjang? Kita bisa menambahkan MSG atau penyedap rasa ke secukupnya ke makanan kita, sehingga konsumsi garam menjadi berkurang," kata dia.
Sependapat dengan dr. Arti, Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia, Katarina Larasati menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menggiatkan kampanye Bijak Garam yang memang sejalan dengan anjuran Kementerian Kesehatan RI terkait pengurangan asupan gula, garam, lemak (GGL) dalam konsumsi sehari-hari.
"Melalui kampanye Bijak Garam yang sedang digiatkan ini, Ajinomoto ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam, dan mengajak keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan, namun tetap bisa memperoleh cita rasa yang tinggi," paparnya.
Selain mengonsumsi makanan yang bergizi, Arti menyarankan agar masyarakat mengurangi konsumsi garam pada makanannya guna mencegah obesitas. Standar penggunaan garam yang ideal adalah kurang dari 5 gram.
Namun, kerap kali mengurangi konsumsi garam membuat rasa pada makanan menjadi kurang nikmat. "Bagaimana sih biar makanan enak dan aman untuk dikonsumsi jangka panjang? Kita bisa menambahkan MSG atau penyedap rasa ke secukupnya ke makanan kita, sehingga konsumsi garam menjadi berkurang," kata dia.
Sependapat dengan dr. Arti, Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia, Katarina Larasati menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menggiatkan kampanye Bijak Garam yang memang sejalan dengan anjuran Kementerian Kesehatan RI terkait pengurangan asupan gula, garam, lemak (GGL) dalam konsumsi sehari-hari.
"Melalui kampanye Bijak Garam yang sedang digiatkan ini, Ajinomoto ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam, dan mengajak keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan, namun tetap bisa memperoleh cita rasa yang tinggi," paparnya.
Lihat Juga :