Indonesia Kita Ke-37 Tampilkan Perempuan-Perempuan Pilihan dalam Format Ludruk
Rabu, 14 September 2022 - 10:20 WIB
loading...
Foto: Doc. Kayan Production
A
A
A
Mengolah bentuk kesenian daerah selalu menjadi ciri khas dan keunggulan Indonesia Kita dalam setiap pementasannya. Dalam lakon ke-37, Indonesia Kita menampilkan bentuk pementasan ludruk dengan bertajuk Perempuan-Perempuan Pilihan pada 16 - 17 September 2022 pukul 20.00 WIB di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki.
Ludruk merupakan suatu drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang ditampilkan di sebuah panggung. Cerita yang ditampilkan biasanya mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari, cerita perjuangan, dan sebagainya yang diselingi dengan lawakan dan diiringi dengan gamelan sebagai musik.
“Sejak muncul pada 2011, kami bersama kelompok Indonesia Kita berusaha menghibur, memberikan pesan moral, nilai-nilai kehidupan, menggandeng banyak seniman, pegiat seni, dan juga pecinta seni melalui pementasan yang kental dengan kebudayaan Indonesia. Kali ini kelompok yang sejak 11 tahun lalu konsisten memberikan sajian beberapa kali dalam setahun bagi para penikmat seni, mengemas pementasan dalam format ludruk dan secara khusus dipersembahkan bagi perempuan Indonesia. Kami harap, penampilan dari kelompok yang kerap menyuguhkan tawa ke hadapan para penikmat seni ini, dapat menginspirasi, menghibur serta menyebarkan semangat bagi generasi muda terutama perempuan indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.
Pertunjukan Perempuan-Perempuan Pilihan ini mengisahkan tentang kehidupan suatu negara yang makmur dan sejahtera berkat pemerintahan yang dipimpin oleh para perempuan. Pemimpin negara, politisi, hakim, birokrat, pegawai, semuanya perempuan. Bahkan seluruh penduduk negeri itu adalah perempuan. Para perempuan telah mampu membuat tatanan yang adil dan beradab, ketika semua hal diselenggarakan perempuan: dari perempuan oleh perempuan dan untuk perempuan. Dunia yang tenang dan nyaman tanpa laki-laki. Itulah zaman keemasan perempuan.
Tapi ketenangan dan kenyamanan itu mendadak terguncang: ada yang hamil. Bagaimana mungkin? Apakah itu keajaiban? Mukjizat? Apalagi saat muncul isu, bahwa kehamilan yang ajaib itu adalah pertanda akan datang semacam "Juru Selamat" atau "Ratu Adil" sebagaimana telah diramalkan. Isu ini pun banyak yang mempercayainya. Semua kehebohan itu pun mengguncang tatanan. Ternyata di balik kemapanan dan ketertiban ada rahasia yang disembunyikan, misteri yang berusaha terus diselubungi. Misteri apakah itu? Perselingkuhan? Pembunuhan berencana? Upaya rekayasa atau penghilangan bukti dan saksi? Ataukah perseteruan para petinggi berebut pengaruh kekuasaan?
Ludruk merupakan suatu drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang ditampilkan di sebuah panggung. Cerita yang ditampilkan biasanya mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari, cerita perjuangan, dan sebagainya yang diselingi dengan lawakan dan diiringi dengan gamelan sebagai musik.
“Sejak muncul pada 2011, kami bersama kelompok Indonesia Kita berusaha menghibur, memberikan pesan moral, nilai-nilai kehidupan, menggandeng banyak seniman, pegiat seni, dan juga pecinta seni melalui pementasan yang kental dengan kebudayaan Indonesia. Kali ini kelompok yang sejak 11 tahun lalu konsisten memberikan sajian beberapa kali dalam setahun bagi para penikmat seni, mengemas pementasan dalam format ludruk dan secara khusus dipersembahkan bagi perempuan Indonesia. Kami harap, penampilan dari kelompok yang kerap menyuguhkan tawa ke hadapan para penikmat seni ini, dapat menginspirasi, menghibur serta menyebarkan semangat bagi generasi muda terutama perempuan indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.
Pertunjukan Perempuan-Perempuan Pilihan ini mengisahkan tentang kehidupan suatu negara yang makmur dan sejahtera berkat pemerintahan yang dipimpin oleh para perempuan. Pemimpin negara, politisi, hakim, birokrat, pegawai, semuanya perempuan. Bahkan seluruh penduduk negeri itu adalah perempuan. Para perempuan telah mampu membuat tatanan yang adil dan beradab, ketika semua hal diselenggarakan perempuan: dari perempuan oleh perempuan dan untuk perempuan. Dunia yang tenang dan nyaman tanpa laki-laki. Itulah zaman keemasan perempuan.
Tapi ketenangan dan kenyamanan itu mendadak terguncang: ada yang hamil. Bagaimana mungkin? Apakah itu keajaiban? Mukjizat? Apalagi saat muncul isu, bahwa kehamilan yang ajaib itu adalah pertanda akan datang semacam "Juru Selamat" atau "Ratu Adil" sebagaimana telah diramalkan. Isu ini pun banyak yang mempercayainya. Semua kehebohan itu pun mengguncang tatanan. Ternyata di balik kemapanan dan ketertiban ada rahasia yang disembunyikan, misteri yang berusaha terus diselubungi. Misteri apakah itu? Perselingkuhan? Pembunuhan berencana? Upaya rekayasa atau penghilangan bukti dan saksi? Ataukah perseteruan para petinggi berebut pengaruh kekuasaan?
Lihat Juga :