Vaksin Cacar Monyet Tak Melindungi 100 Persen, Ini Kata Satgas Monkeypox IDI

Kamis, 22 September 2022 - 09:40 WIB
loading...
Vaksin Cacar Monyet Tak Melindungi 100 Persen, Ini Kata Satgas Monkeypox IDI
Pemerintah telah memesan vaksin cacar monyet sekitar 2.000 dosis yang rencananya tiba bulan depan. Namun demikian, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan vaksin tetap tidak melindungi 100% dari infeksi cacar monyet. Foto/Ilustrasi/Reuters
A A A
JAKARTA - Pemerintah telah memesan vaksin cacar monyet sekitar 2.000 dosis yang rencananya tiba bulan depan. Namun demikian, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan vaksin tetap tidak melindungi 100% dari infeksi cacar monyet.

Menurut Ketua Satgas Monkeypox IDI, dr Hanny Nilasari bahwa vaksin tidak melindungi dari infeksi cacar monyet secara 100%, tetapi bisa meminimalisir perburukan saat terinfeksi.

Lebih lanjut, ia mengatakan ketika seseorang terinfeksi cacar monyet mendapatkan vaksin, bisa menekan komplikasi. "Sebetulnya pasien ini tidak bisa meniadakan infeksinya 100%. Tentunya kita berharap komplikasi yang didapatkan oleh pasien, menjadi lebih ringan, kalaipun terinfeksi tidak akan komplikasinya," jelas dr Hanny Nilasari, dalam webinar PB IDI Update on Monkeypox secara online, Rabu (21/9/2022).

Pemberian vaksin cacar monyet akan difokuskan terhadap kelompok-kelompok yang tentunya menjalin kontak erat (hasil tracing) dengan pasien, kelompok berisiko seperti keluarga dari pasien dan para tenaga kesehatan (nakes).

Baca Juga: Kemenkes: Cacar Monyet Tidak Mematikan

Kemudian, dr Hanny mengatakan vaksin ataupun obat cacar monyet harus dilakukan secara tepat. Sehingga tidak perlu disebar ke seluruh daerah atau provinsi di Indonesia, yang mana lewat Dinas Kesehatan provinsi memang ada kasus-kasus cacar monyetnya.

"Pemberian vaksin tidak kepada seluruh masyarakat tapi indikasi terbatas, artinya pasien kontak erat, nakes dan populasi risti, misalnya untuk kasus yang ditracing dan follow up tepat ke anggota keluarga," jelas dr Hanny

"Rekomendasi dari kami tidak diberikan kepada seluruh kasus, tapi diberikan kepada kasus-kasus yang berat. Obatnya juga didesentralisasi ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota, artinya harus dipantau apakah ada efek samping dari obat dari hari ke hari juga harus tercatat,” imbuhnya

Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa Indonesia tengah mengupayakan vaksin untuk cacar monyet. Dengan memesan sebanyak 2.000 vaksin merek Bavarian Nordic.

"Dari segi vaksinasi, kita sudah memesan vaksinnya 2.000 dosis dari Bavarian Nordic yang dibantu oleh KBRI Denmark," jelas Menkes Budi dalam rapat Komisi IX DPR, disiarkan di Kanal YouTube Komisi IX, Selasa (30/8/2022).
(hri)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1415 seconds (11.97#12.26)