Banyak Dikeluhkan, Sesak Napas akibat Long Covid-19 Bisa Disembuhkan
Sabtu, 24 September 2022 - 19:36 WIB
loading...
A
A
A
"Dari dokter paru pernah melakukan riset tahun lalu, 2021, kita temukan Long Covid-19 lebih tinggi prevalensinya. Kalau tidak salah sekitar 62,5 persen. Hanya saja yang ditemukan dalam riset tersebut, keluhan kelelahan, dan kedua, keluhan paru yaitu batuk dan sesak napas," bebernya.
Sementara, data dari Kementerian Kesehatan pada tahun ini, sekitar 32% pasien ditemukan mengalami Long Covid-19. Dengan keluhan sesak napas dan gangguan pencernaan.
"Long Covid merupakan istilah medis bagi seseorang. Jadi Long Covid-19 sudah tidak positif lagi, pcr negatif, di Indonesia ada datanya sekitar 33 persen," ungkap Juru Bicara Kemenkes, dr. Mohammad Syahril dalam Media Briefing bersama Kemenkes, Jumat, 23 September 2022.
Baca juga: Baby Don Demam, Jessica Iskandar Tidak Bisa Tidur Sepanjang Malam
"Long Covid-19 gangguan pada saluran pernapasan, terutama. Artinya ada emang pasien sebelumnya enggak ada apa-apa, begitu kena Covid-19 merasa sesak, napasnya berat, kemudian ada gangguan yang lain di saluran pencernaan," terang dr. Syahril.
Sementara, data dari Kementerian Kesehatan pada tahun ini, sekitar 32% pasien ditemukan mengalami Long Covid-19. Dengan keluhan sesak napas dan gangguan pencernaan.
"Long Covid merupakan istilah medis bagi seseorang. Jadi Long Covid-19 sudah tidak positif lagi, pcr negatif, di Indonesia ada datanya sekitar 33 persen," ungkap Juru Bicara Kemenkes, dr. Mohammad Syahril dalam Media Briefing bersama Kemenkes, Jumat, 23 September 2022.
Baca juga: Baby Don Demam, Jessica Iskandar Tidak Bisa Tidur Sepanjang Malam
"Long Covid-19 gangguan pada saluran pernapasan, terutama. Artinya ada emang pasien sebelumnya enggak ada apa-apa, begitu kena Covid-19 merasa sesak, napasnya berat, kemudian ada gangguan yang lain di saluran pencernaan," terang dr. Syahril.
(nug)
Lihat Juga :