Video Viral Wanita Pendarahan pada Malam Pertama, Begini Komentar Seksolog Zoya Amirin
Senin, 26 September 2022 - 12:57 WIB
loading...
A
A
A
Banyak orang yang selama ini mengatakan kalau seks pertama kali rasanya akan menyakitkan padahal itu adalah mitos.
“dari mitos-mitos yang sering dibilang sama teman-teman sendiri,wah pasti bakal sakit, kita aja tahunya emang normal. Rasa sakit itu enggak cuma tidak nyaman iya. Tapi harusnya tidak sakit, tidak perih, tidak seperti kesilet, tidak kayak kepukul atau benar-benar senyeri itu harusnya nggak seperti itu,” jelas Zoya.
Seks yang menyakitkan bagi wanita biasanya karena vagina yang masih kering sehingga kurang lubrikasi. Untuk itu, Zoya mengatakan pentingnya melakukan foreplay yang cukup agar vagina siap. Atau bisa juga dengan menggunakan Lubricant atau cairan pelumas guna mencegah luka dan pendarahan pada vagina.
“Bagi para pria dan para wanita jangan menganggap bahwa kalau membeli lubricant itu sangat-sangat tidak normal, sangat-sangat tidak natural. Yang lebih oke itu adalah hubungan seks yang menyenangkan, yang enak, yang nggak pakai pendarahan. Kalau misalnya hymen yang robek ya of course berdarah, itu adalah hal yang wajar tapi sangat tidak wajar kalau itu menyakitkan,” lanjutnya.
Tidak hanya pengantin baru lubricant juga penting bagi pasangan yang sudah lama menikah tapi jarang berhubungan karena LDM, nifas, atau perempuan yang mau monopause. Karena semua hubungan seksual memiliki resiko pendarahan apabila vagina dalam kondisi kering.
“Termasuk juga yang bisa kesakitan adalah yang habis masa nifas, habis melahirkan, atau lagi sibuk-sibuknya punya anak. Udah selesai masa nifasnya anak umur 1, 2 tahun itu kan masih pegal-pegalnya ya.. para bunda pasti tahu rasanya bangun tiap 2 jam sekali, lagi pegal-pegalnya itu agak susah untuk punya gairah sex. Nggak ada salahnya untuk pakai lubrikasi supaya tidak jadi pendarahan padahal itu bukan seks yang pertama, kok bisa pendarahan padahal bayi keluar dari situ aman-aman aja? Iya karena nggak siap. bisa lah jadi robek lagi karena vaginal dryness,” ucapnya lagi.
“dari mitos-mitos yang sering dibilang sama teman-teman sendiri,wah pasti bakal sakit, kita aja tahunya emang normal. Rasa sakit itu enggak cuma tidak nyaman iya. Tapi harusnya tidak sakit, tidak perih, tidak seperti kesilet, tidak kayak kepukul atau benar-benar senyeri itu harusnya nggak seperti itu,” jelas Zoya.
Seks yang menyakitkan bagi wanita biasanya karena vagina yang masih kering sehingga kurang lubrikasi. Untuk itu, Zoya mengatakan pentingnya melakukan foreplay yang cukup agar vagina siap. Atau bisa juga dengan menggunakan Lubricant atau cairan pelumas guna mencegah luka dan pendarahan pada vagina.
“Bagi para pria dan para wanita jangan menganggap bahwa kalau membeli lubricant itu sangat-sangat tidak normal, sangat-sangat tidak natural. Yang lebih oke itu adalah hubungan seks yang menyenangkan, yang enak, yang nggak pakai pendarahan. Kalau misalnya hymen yang robek ya of course berdarah, itu adalah hal yang wajar tapi sangat tidak wajar kalau itu menyakitkan,” lanjutnya.
Tidak hanya pengantin baru lubricant juga penting bagi pasangan yang sudah lama menikah tapi jarang berhubungan karena LDM, nifas, atau perempuan yang mau monopause. Karena semua hubungan seksual memiliki resiko pendarahan apabila vagina dalam kondisi kering.
“Termasuk juga yang bisa kesakitan adalah yang habis masa nifas, habis melahirkan, atau lagi sibuk-sibuknya punya anak. Udah selesai masa nifasnya anak umur 1, 2 tahun itu kan masih pegal-pegalnya ya.. para bunda pasti tahu rasanya bangun tiap 2 jam sekali, lagi pegal-pegalnya itu agak susah untuk punya gairah sex. Nggak ada salahnya untuk pakai lubrikasi supaya tidak jadi pendarahan padahal itu bukan seks yang pertama, kok bisa pendarahan padahal bayi keluar dari situ aman-aman aja? Iya karena nggak siap. bisa lah jadi robek lagi karena vaginal dryness,” ucapnya lagi.
Lihat Juga :