Studi Terbaru: Produk Berbasis Nabati Lebih Sehat dan Berkelanjutan Dibanding Produk Hewani
Jum'at, 30 September 2022 - 18:23 WIB
loading...
A
A
A
Daging “hijau” versus daging merah
Ketika membandingkan dampak lingkungan antara burger berbasis nabati dan burger dari daging sapi, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan oleh penggunaan lahan dan air dari pengolahan burger nabati mendekati nol, yang berbanding terbalik terhadap dampak yang dihasilkan oleh produk hewani. Penelitian ini mengungkapkan bahwa burger nabati mengandung 98% emisi GRK yang lebih sedikit dibandingkan dengan burger daging sapi.
“Temuan ini penting karena menurut ahli, kita perlu menjauhkan diri dari produk hewani demi masa depan bumi dan kesehatan masyarakat,” tambah Among. “Industri peternakan merupakan salah satu industri yang memiliki dampak paling buruk terhadap lingkungan serta menyumbang 57% dari semua emisi GRK dari produksi pangan global,” jelasnya.
Menurut Klasifikasi Profil Gizi Inggris yang digunakan sebagai salah satu analisis dalam penelitian, 40% produk daging diklasifikasikan 'kurang sehat' dibandingkan dengan alternatif nabati sebanyak 14%
“Sekali lagi, kesimpulan ini hanya menguatkan apa yang telah ditemukan oleh banyak penelitian lain tentang dampak produk hewani terhadap kesehatan kita. Konsumsi daging merah dan susu dikaitkan dengan perkembangan banyak penyakit serius seperti berbagai jenis kanker dan diabetes tipe 2, sementara itu penelitian lain juga menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan berbasis nabati dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan kita,” ungkap Among.
Ketika membandingkan dampak lingkungan antara burger berbasis nabati dan burger dari daging sapi, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan oleh penggunaan lahan dan air dari pengolahan burger nabati mendekati nol, yang berbanding terbalik terhadap dampak yang dihasilkan oleh produk hewani. Penelitian ini mengungkapkan bahwa burger nabati mengandung 98% emisi GRK yang lebih sedikit dibandingkan dengan burger daging sapi.
“Temuan ini penting karena menurut ahli, kita perlu menjauhkan diri dari produk hewani demi masa depan bumi dan kesehatan masyarakat,” tambah Among. “Industri peternakan merupakan salah satu industri yang memiliki dampak paling buruk terhadap lingkungan serta menyumbang 57% dari semua emisi GRK dari produksi pangan global,” jelasnya.
Menurut Klasifikasi Profil Gizi Inggris yang digunakan sebagai salah satu analisis dalam penelitian, 40% produk daging diklasifikasikan 'kurang sehat' dibandingkan dengan alternatif nabati sebanyak 14%
“Sekali lagi, kesimpulan ini hanya menguatkan apa yang telah ditemukan oleh banyak penelitian lain tentang dampak produk hewani terhadap kesehatan kita. Konsumsi daging merah dan susu dikaitkan dengan perkembangan banyak penyakit serius seperti berbagai jenis kanker dan diabetes tipe 2, sementara itu penelitian lain juga menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan berbasis nabati dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan kita,” ungkap Among.
Lihat Juga :