Bahaya Asupan Natrium Berlebih, Hindari Makanan Tinggi Garam saat Stres
Minggu, 02 Oktober 2022 - 04:40 WIB
loading...
A
A
A
“Pada intinya, semua klaster emosi itu mau yang positif ataupun negatif, wajar dirasakan semua orang. Namun memang pada beberapa kasus emosi negatif yang lebih banyak dirasakan, terutama di kalangan anak maupun remaja. Untuk itu kita diharapkan bisa mengontrol emosi sehingga tidak menjadi pribadi yang lemah. Salah satunya dengan menjadi pribadi yang bahagia, harus sehat fisik dan psikis,” papar Irma.
“Beberapa remaja memiliki cara tersendiri dalam mengontrol emosinya yang sayangnya bisa berdampak buruk pada kesehatan. Misalkan melampiaskannya dengan makan makanan yang tinggi lemak, gula, dan garam. Hal ini justru bisa memicu penyakit degeneratif di usia muda seperti hipertensi,” lanjutnya.
Terkait tema webinar tersebut, Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia Katarina Larasati menyampaikan, pihaknya saat ini sedang menggiatkan kampanye Bijak Garam yang sejalan dengan anjuran Kementerian Kesehatan RI terkait pengurangan asupan gula, garam, lemak (GGL) dalam konsumsi sehari-hari.
“Melalui kampanye Bijak Garam yang sedang kami giatkan, Ajinomoto ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam dan mengajak keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan, namun tetap bisa memperoleh cita rasa yang tinggi dengan menambahkan sumber umami seperti MSG," ujar Katarina Larasati.
"Kampanye ini juga merupakan bukti komitmen kami untuk terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, dengan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan keluarga Indonesia melalui produk dan layanan yang berkualitas tinggi," pungkasnya.
“Beberapa remaja memiliki cara tersendiri dalam mengontrol emosinya yang sayangnya bisa berdampak buruk pada kesehatan. Misalkan melampiaskannya dengan makan makanan yang tinggi lemak, gula, dan garam. Hal ini justru bisa memicu penyakit degeneratif di usia muda seperti hipertensi,” lanjutnya.
Terkait tema webinar tersebut, Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia Katarina Larasati menyampaikan, pihaknya saat ini sedang menggiatkan kampanye Bijak Garam yang sejalan dengan anjuran Kementerian Kesehatan RI terkait pengurangan asupan gula, garam, lemak (GGL) dalam konsumsi sehari-hari.
“Melalui kampanye Bijak Garam yang sedang kami giatkan, Ajinomoto ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam dan mengajak keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan, namun tetap bisa memperoleh cita rasa yang tinggi dengan menambahkan sumber umami seperti MSG," ujar Katarina Larasati.
"Kampanye ini juga merupakan bukti komitmen kami untuk terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, dengan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan keluarga Indonesia melalui produk dan layanan yang berkualitas tinggi," pungkasnya.
(tsa)
Lihat Juga :