Lesti Kejora Cedera Kepala usai Alami KDRT, Risikonya Gegar Otak

Senin, 03 Oktober 2022 - 10:45 WIB
loading...
Lesti Kejora Cedera Kepala usai Alami KDRT, Risikonya Gegar Otak
Lesti Kejora hingga kini masih berada di RSIA Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, demi memulihkan kesehatannya. Foto/Instagram Lesti Kejora
A A A
JAKARTA - Lesti Kejora hingga kini masih berada di RSIA Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, demi memulihkan kesehatannya. Sang pedangdut menderita cedera kepala, yang sebelumnya dikabarkan mengalami kerongkongan geser.

Masalah kesehatan Lesti Kejora dikaitkan dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan Rizky Billar, suaminya. Belum ada keterangan resmi dari Lesti terkait kondisinya saat ini.

Baca Juga: Tak hanya Kerongkongan Bergeser, Lesti Kejora Alami Cedera di Kepala

Cedera kepala yang dialami Lesti Kejora disampaikan oleh dokter yang menanganinya, dr Puspa H. Widyowati. Karena cedera kepala, pemeriksaan lanjutan oleh dokter THT, dokter orthopedi, dan dokter spesialis saraf diperlukan.

Menjadi pertanyaan sekarang, apakah cedera kepala Lesti Kejora berisiko sebabkan gegar otak?

Menurut laporan Departemen Kesehatan New York, Amerika Serikat, cedera kepala bisa terjadi karena banyak hal, salah satu alasan terbanyak adalah akibat tindak kekerasan. Ini yang juga diduga dialami Lesti Kejora.

"Korban kekerasan yang dipukul di wajah atau kepala, jatuh dan kepalanya terbentur, diguncang keras, atau akibat dicekik itu bisa mengalami cedera kepala bahkan mengalami TBI atau Traumatic Brain Injury yang memicu gegar otak," terang laporan tersebut, dikutip Senin (3/10/2022).

Baca Juga: Kerongkongan Lesti Kejora Dikabarkan Bergeser setelah Dibanting dan Dicekik

"Korban KDRT sangat rentan mengalami cedera kepala, terlebih jika kepalanya terbentur sangat keras, dicekik, atau kepalanya dipukul dengan benda tumpul," sambung laporan tersebut.

Ya, seseorang yang mengalami cedera kepala berisiko gegar otak. Kondisi ini menurut laporan WebMD menjadi jenis cedera kepala paling umum. Seseorang bahkan tidak perlu dipukul dengan keras kepalanya untuk mengalami kondisi tersebut.

Artinya, ketika kepala mengalami cedera yang berarti, gegar otak bisa terjadi. Itu kenapa derajat gegar otak pun mulai dari ringan hingga parah.

Selain gegar otak, cedera kepala yang banyak dialami juga adalah luka memar di otak. Kondisi ini bisa menyebabkan pendarahan dan pembengkakan di otak, yang berisiko tinggi sebabkan stroke jika darah tersumbat.
(tsa)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1471 seconds (10.101#12.26)