Baju Bertulis White Lives Matter Kanye West Picu Kontroversi di Paris Fashion Week

Rabu, 05 Oktober 2022 - 11:43 WIB
loading...
Baju Bertulis White Lives Matter Kanye West Picu Kontroversi di Paris Fashion Week
Kanye West memicu kontroversi usai menghadiri perhelatan mode Paris Fashion Week 2023 belum lama ini. Foto/AFP/Jean-Baptiste Lacroix
A A A
PARIS - Kanye West memicu kontroversi usai menghadiri perhelatan mode Paris Fashion Week 2023 belum lama ini.

Kontroversi rapper sekaligus desainer Amerika Serikat ini bukan lantaran dirinya rela tampil di runway penuh lumpur saat menjadi model pembuka show koleksi spring/summer 2023 Balenciaga pada Senin (3/10/2022), melainkan karena ia terlihat mengenakan baju bertuliskan “White Lives Matter” usai tampil di acara Yeezy.

Slogan yang tertulis di kaus hitam lengan panjang yang dipakai Kanye West memicu kontroversi. Ia terlihat menggunakan pakaian yang senada dengan Candace Owens, bertuliskan kata-kata yang sama dan sempat diunggah di akun @RealCandaceO. Bahkan, sebelumnya, dalam enam menit terakhir pertunjukan, West sempat melakukan pidato yang dinilai cukup provokatif.

Baca Juga: Kanye West Hina Pete Davidson dengan Poster Civil War

Kanye West berbicara tentang banyak hal termasuk ‘classism’ di industri fashion. Melalui People, rapper itu mengisyaratkan bahwa dia bertentangan dengan CEO Louis Vuitton, Bernard Arnault.

“Anda tidak bisa mengatur saya. Ini adalah situasi yang tidak dapat dikendalikan. Saya ingin menjelaskan kepada kalian bahwa Bernard Arnault adalah Drake baru saya," ujar Kanye West, dikutip dari The Cut, Rabu (5/10/2022).

West juga menayangkan video orang-orang terkenal, termasuk ilmuwan dan John Lennon, serta berbicara tentang kreativitas dan keadaan dunia. "Kita sedang berperang,” imbuhnya.

Baca Juga: Kanye West Dilarang Tampil di Grammy Award, Ini Alasannya
Baju Bertulis

Foto/Twitter RapTV

Provokasi Kanye West melalui hoodie hitam dengan tulisan "White Lives Matter" itu berasal dari tahun 2015 sebagai tanggapan terhadap gerakan Black Lives Matter, yang dikategorikan sebagai “slogan kebencian” oleh Liga Anti-Pencemaran Nama Baik dan telah digunakan oleh kelompok supremasi kulit putih, termasuk Ku Klux Klan.

Penulis dan editor, Lynette Nylander, menilai bahwa West menggunakan komunitas kulit hitam sebagai akar leluconnya. Kepala mode dan kecantikan global untuk Snap, Rajni Jacques, bahkan menyayangkan aksi kontroversional Kanye West melalui unggahan di Instagram stories-nya.

“Kanye West tidak menghormati komunitas kulit hitam karena pengaruhnya,” tulis dia.

Ini bukan pertama kali West memicu kontroversi dengan pernyataan dan pilihan busananya tentang komunitas kulit hitam. Sebelumnya, Kanye West sempat menjadi berita utama karena mengenakan topi MAGA selama pertunjukan 2018 di Saturday Night Live.
(tsa)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1479 seconds (10.177#12.26)