Jangan Abai Prokes, Waspadai Penyakit Tak Biasa Pasca Pandemi Covid-19

Rabu, 05 Oktober 2022 - 14:56 WIB
loading...
Jangan Abai Prokes,...
Apabila abai protokol kesehatan karena terlena status endemi, salah satu risiko yang bisa terjadi adalah munculnya penyakit tak biasa. / Foto: ilustrasi/dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kondisi yang terus membaik membuat Indonesia bersiap memasuki fase endemi Covid-19 . Kendati begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berwenang memutuskan.

Dalam kondisi seperti sekarang ini, Anda jangan sampai terlena hingga mengabaikan protokol kesehatan. Justru, disarankan agar tetap menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin, karena itu terbukti membawa dampak baik bagi kesehatan masyarakat.

Apabila abai prokes karena terlena status endemi , salah satu risiko yang bisa terjadi adalah munculnya penyakit tak biasa. Ini sangat mungkin terjadi karena 'senjata perang' yang dulunya terus diasah, lalu dibiarkan tumpul.

Baca juga: Seksolog Ingatkan agar Jangan Terus 'Dihajar' jika Malam Pertama Terjadi Pendarahan

"Secara alami, virus akan selalu bersirkulasi apalagi jika virusnya masih ada di sekitar kita. Jadi, kalau pertahanan yang selama ini dibangun, dihilangkan begitu saja, mutasi virus baru besar kemungkinan terjadi," ungkap Ahli Mikrobiologi Universitas Indonesia, Prof. Amin Soebandrio, dalam talkshow virtual, Rabu (5/10/2022).

Secara teori, sifat alami virus itu bermutasi. Mutasi yang terjadi tapinya tidak selalu menyebabkan masalah bagi manusia.

Ya, setiap kali virus bermutasi, 30 persen menyebabkan virusnya malah mati, 20 persen mutasi tidak menyebabkan dampak apapun, dan hanya 4-5% mutasi yang bikin virusnya fit terhadap tekanan yang kuat, misalnya dari antibodi.

Di sisi lain, Ahli Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof. Asri C. Adisasmita menjelaskan bahwa saat ini sudah mulai dilaporkan kasus penyakit tak biasa. Salah satunya ada pada dengue.



"Menurut beberapa laporan yang saya terima, penyakit dengue sekarang berbeda karakternya dengan dengue sebelum pandemi Covid-19. Belum diketahui apa penyebabnya, itu kenapa diperlukan penelitian lebih lanjut terkait hal tersebut," beber Prof. Asri.

Karakter dengue di masa pandemi Covid-19 ini, kata Prof. Asri, beberapa kasus dilaporkan lebih ganas atau pasien lama sembuhnya.

Dengan adanya temuan ini, menjadi warning bagi kita semua bahwa sekalipun nanti Covid-19 dinyatakan sebagai penyakit endemi, ada kemungkinan dampak Covid-19 secara tidak langsung yang tetap merugikan masyarakat.

"Kami perlu melakukan penelitian untuk melihat adanya kemungkinan efek tidak langsung Covid-19, khususnya pada populasi lansia, anak-anak, ibu hamil, maupun orang dengan imunitas lemah," paparnya.

"Situasi post-Covid-19 atau co-infection semacam ini sudah menjadi kekhawatiran ahli di seluruh dunia. Karena itu, selalu kami sampaikan bahwa perubahan status dari pandemi ke endemi bukan berarti Covid-19 lenyap dari muka Bumi. Tapi, kita semua harus berdampingan dengan virus terus selagi prokes tetap dijalankan," ujar Prof. Amin.

Baca juga: Deteksi Dini Penyakit, Produsen Alkes Lokal Didorong Ciptakan Rapid Test DBD hingga TBC

"Kalau menemukan kasus tidak biasa, segera laporkan. Ini sebagai bentuk kewaspadaan kita demi masa depan yang lebih terkontrol," lanjutnya.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raffi Ahmad Beberkan...
Raffi Ahmad Beberkan Penyakit yang Membuatnya Harus Operasi Setelah Pulang Haji
Waspada! Demam Anak...
Waspada! Demam Anak Turun Bisa Jadi Tanda Kondisi Memburuk
Kasus Hantavirus Ditemukan...
Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, Kemenkes Pastikan Situasi Masih Terkendali
Waspada Hantavirus,...
Waspada Hantavirus, Kenali Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
Ahli Epidemiologi Sebut...
Ahli Epidemiologi Sebut Lingkungan Terbuka Lebih Aman dari Penularan Hantavirus
Kemenkes Pastikan Dua...
Kemenkes Pastikan Dua Suspek Hantavirus di Indonesia Sudah Negatif dan Sembuh
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Rekomendasi
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Berita Terkini
Sarwendah Bantah Rugi...
Sarwendah Bantah Rugi Rp20 Miliar, Sebut Masih Banyak Brand yang Bekerja Sama
Sarwendah Akhirnya Buka...
Sarwendah Akhirnya Buka Suara, Tegas Bantah Halangi Ruben Onsu Bertemu Anak
Kekasih Sarwendah Jadi...
Kekasih Sarwendah Jadi Sorotan, Giorgio Antonio Diduga Kenakan Jam Tangan Palsu Audemars Piguet
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
Pria Mudah Lelah dan...
Pria Mudah Lelah dan Mengantuk Meski Cukup Tidur? Bisa Jadi Tanda Testosteron Rendah
Dokter Ungkap Penyebab...
Dokter Ungkap Penyebab Bau Kaki yang Sebenarnya, Ternyata Bukan Karena Keringat
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved