Termasuk Aksesori Kesehatan, Kalung Eucalyptus Bukan Antivirus Corona
Senin, 06 Juli 2020 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
"Kalung terapi eucalyptus sementara berproses di BPOM dan ini sudah menggunakan teknologi nanoilmusyen, sama dengan roll on. Memang berbeda dengan kalung biasa. Ini masih perdebatan. Isinya sama dengan roll on," sambungnya.
Eucalyptus adalah pohon cemara yang tumbuh cepat asli Australia. Sebagai bahan dalam banyak produk, eucalyptus digunakan untuk mengurangi gejala batuk, pilek, dan hidung tersumbat. Tanaman ini juga bahan utama dalam krim dan salep yang bertujuan menghilangkan rasa sakit otot serta sendi.
Uap daun eucalyptus disuling untuk mengekstraksi minyak, berupa cairan tidak berwarna dengan aroma kuat, manis, dan berkayu. Ekstraksi ini mengandung 1,8-cineole, juga dikenal sebagai eucalyptol.
Daun eucalyptus juga mengandung flavonoid dan tanin. Flavonoid adalah antioksidan nabati dan tanin dapat membantu mengurangi peradangan.
"Karena itu, klaim obat kami ini sebatas menjadi izin dari BPOM. Tapi, ini secara laboratorium berpotensi membunuh virus corona. Dalam tanda kutip ya, secara laboratorium kami sudah uji dan berpotensi membunuh virus corona, termasuk H5N1 dan influenza," ungkap Fadjry.
Eucalyptus adalah pohon cemara yang tumbuh cepat asli Australia. Sebagai bahan dalam banyak produk, eucalyptus digunakan untuk mengurangi gejala batuk, pilek, dan hidung tersumbat. Tanaman ini juga bahan utama dalam krim dan salep yang bertujuan menghilangkan rasa sakit otot serta sendi.
Uap daun eucalyptus disuling untuk mengekstraksi minyak, berupa cairan tidak berwarna dengan aroma kuat, manis, dan berkayu. Ekstraksi ini mengandung 1,8-cineole, juga dikenal sebagai eucalyptol.
Daun eucalyptus juga mengandung flavonoid dan tanin. Flavonoid adalah antioksidan nabati dan tanin dapat membantu mengurangi peradangan.
"Karena itu, klaim obat kami ini sebatas menjadi izin dari BPOM. Tapi, ini secara laboratorium berpotensi membunuh virus corona. Dalam tanda kutip ya, secara laboratorium kami sudah uji dan berpotensi membunuh virus corona, termasuk H5N1 dan influenza," ungkap Fadjry.
Lihat Juga :