7 Budaya Pacaran yang Sebenarnya Toxic tapi Diromantisasi

Sabtu, 29 Oktober 2022 - 11:55 WIB
loading...
7 Budaya Pacaran yang...
Budaya pacaran sejak dulu banyak yang berbahaya atau toxic, tapi masih terus diromantisasi sampai kini. Foto/Milan Popovic, Unsplash
A A A
JAKARTA - Istilah pacaran tentu bukanlah hal baru, sebab sejak dulu istilah ini digunakan untuk menandai hubungan romantis antara laki-laki dan perempuan yang hendak melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

Budaya pacaran menurut Beth L. Bailey dalam buku From Front Porch to Back Seat: Courtship in Twentieth Century America diperkirakan dimulai sejak tahun 1920 dengan maksud mencari pasangan yang cocok dan sesuai keinginan para anak muda. Ini sebagai bentuk pemberontakan atas budaya perjodohan.

Sayangnya, ada juga beberapa budaya pacaran yang ada sejak zaman dulu yang sebenarnya tidak baik, berbahaya alias toxic tapi masih sering dibenarkan dan diromantisasi. Alhasil, masih banyak orang yang mewajarkan budaya pacaran tersebut bahkan terus mengangkatnya dalam cerita-cerita.

Nah, berikut budaya pacaran yang toxic tapi masih sering diromantisasi.

1. Harus Laki-laki yang Menyatakan Cinta Terlebih Dulu

7 Budaya Pacaran yang Sebenarnya Toxic tapi Diromantisasi

Foto:Pixabay/Pexels

Sebelum budaya pacaran terbentuk, sudah jadi kebiasaan bahwa laki-lakilah yang harus menyatakan cinta, sedangkan perempuan menunggu. Bila perempuan 'menembak' lebih dulu, biasanya ia akan langsung dicap negatif.

Nyatanya dalam penelitian Women and men in love: who really feels it and says it first?”yang dilakukan Harrison pada 2011 menunjukkan bahwa laki-laki memang lebih sering mengakui perasaannya lebih dulu dibanding perempuan. Namun bukan berarti perempuan haram mengungkapkan perasaannya lebih dulu.

Pasalnya, hasil studi tersebut juga menunjukkan bahwa laki-laki tetap menyukai pengakuan cinta dari perempuan, dan pernyataan cinta perempuan tersebut menandakan dirinya sudah siap untuk berkomitmen.

2. Laki-laki yang Harus Membayar Semuanya
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengenal Post-concert...
Mengenal Post-concert Depression, Perasaan Hampa yang Muncul usai Nonton Konser dan Cara Mengatasinya
Apa Itu Parasocial Relationship?...
Apa Itu Parasocial Relationship? Istilah yang Sering Diucapkan Gen Z
Sinopsis What Comes...
Sinopsis What Comes After Love, Drama Korea Baru Dibintangi Sakaguchi Kentaro dan Lee Se Young
5 Tips Merawat Cinta...
5 Tips Merawat Cinta dari Drakor Love Next Door
5 Kebahagiaan Penting...
5 Kebahagiaan Penting yang Bisa Dibeli dengan Uang menurut Psikolog
5 Zodiak si Paling Self...
5 Zodiak si Paling Self Love, Prinsip Cinta Diri Sendirinya Tinggi!
7 Alasan Orang Memiliki...
7 Alasan Orang Memiliki Second Account, termasuk untuk Pelarian
7 Zodiak Paling Setia...
7 Zodiak Paling Setia dalam Hubungan, Adakah Zodiak Pacarmu?
7 Lagu Bernadya yang...
7 Lagu Bernadya yang Bisa Jadi Kode untuk si Dia agar Lebih Peka
Rekomendasi
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
Kabaharkam Polri Imbau...
Kabaharkam Polri Imbau Pemudik di Bakauheni Waspada di Perjalanan
5 Kosakata Bahasa Indonesia...
5 Kosakata Bahasa Indonesia yang Penulisannya Sering Salah
Berita Terkini
Melinda Kenang Momen...
Melinda Kenang Momen Menegangkan saat Mengungkap Ingin Bercerai dari Bill Gates
50 menit yang lalu
Bunda Corla Sebut Ruben...
Bunda Corla Sebut Ruben Onsu seperti Bayi Baru Lahir setelah Mualaf: Suci Tanpa Dosa
1 jam yang lalu
Dewi Yull Bagikan Jadwal...
Dewi Yull Bagikan Jadwal Pemakaman Jenazah Ray Sahetapy
7 jam yang lalu
Penampakan Pantai Batukaras...
Penampakan Pantai Batukaras Pangandaran Diserbu Wisatawan saat Libur Lebaran
8 jam yang lalu
BCL Alami Gangguan Kecemasan...
BCL Alami Gangguan Kecemasan hingga Rutin Konsultasi
9 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Cinta...
Sinopsis Sinetron Cinta Yasmin Eps 264: Galang Masih Sadar, Ajeng Was-was
10 jam yang lalu
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved