7 Budaya Pacaran yang Sebenarnya Toxic tapi Diromantisasi
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 11:55 WIB
loading...
A
A
A
6. Memacari Bad Boy dengan Tujuan Mengubahnya
![7 Budaya Pacaran yang Sebenarnya Toxic tapi Diromantisasi]()
Foto:Anastasia Shuraeva/Pexels
Bukan hal aneh kalau kisah cinta laki-laki bad boy dan perempuan baik masih jadi tren hingga sekarang. Ini karena berdasarkan penelitian yang dilakukan University of British Columbia mengutip Elite Daily, perempuan lebih menyukai laki-laki yang terlihat kuat.
Penelitian itu pun didukung oleh Dr. Kanan Khatau Chikhal, seorang psikologi klinis dan kesehatan yang mengatakan bahwa campuran dari rasa percaya diri, cuek, dan penuh misteri yang dimiliki bad boy dapat menjadi daya tarik tertentu.
Sayangnya, dalam kehidupan nyata sering kali kita menemukan para perempuan justru terjebak hubungan beracun dengan bad boy karena ingin mengubah pasangannya menjadi lebih baik seperti dalam novel. Padahal, perubahan sikap seseorang berada di luar kendali kita.
Baca Juga: Makna Lagu dan Video The Astronaut, Jin BTS jadi Alien Tampan yang Pilih Tinggal di Bumi
7. Terlalu Terpaku pada Kriteria Bibit, Bebet, Bobot
![7 Budaya Pacaran yang Sebenarnya Toxic tapi Diromantisasi]()
Foto:Mubariz Mehdizadeh/Unsplash
Ingin punya pasangan yang berasal dari keluarga baik (bibit), memiliki status sosial ekonomi yang baik (bebet), serta berpendidikan dan memiliki kepribadian yang baik (bobot) memang diidamkan semua orang. Para orang tua sejak dulu pun selalu mengimpikan calon menantu berdasarkan kriteria bibit, bebet, bobot hingga sering dijadikan standar.
Namun kenyataannya bibit, bebet, dan bobot ini tak selamanya bisa menjadi acuan, sebab latar belakang keluarga, status sosial, dan tingkat pendidikan tak sepenuhnya menggambarkan pribadi seseorang.
GenSINDO
Rastianta Rinandani
Universitas Negeri Jakarta

Foto:Anastasia Shuraeva/Pexels
Bukan hal aneh kalau kisah cinta laki-laki bad boy dan perempuan baik masih jadi tren hingga sekarang. Ini karena berdasarkan penelitian yang dilakukan University of British Columbia mengutip Elite Daily, perempuan lebih menyukai laki-laki yang terlihat kuat.
Penelitian itu pun didukung oleh Dr. Kanan Khatau Chikhal, seorang psikologi klinis dan kesehatan yang mengatakan bahwa campuran dari rasa percaya diri, cuek, dan penuh misteri yang dimiliki bad boy dapat menjadi daya tarik tertentu.
Sayangnya, dalam kehidupan nyata sering kali kita menemukan para perempuan justru terjebak hubungan beracun dengan bad boy karena ingin mengubah pasangannya menjadi lebih baik seperti dalam novel. Padahal, perubahan sikap seseorang berada di luar kendali kita.
Baca Juga: Makna Lagu dan Video The Astronaut, Jin BTS jadi Alien Tampan yang Pilih Tinggal di Bumi
7. Terlalu Terpaku pada Kriteria Bibit, Bebet, Bobot

Foto:Mubariz Mehdizadeh/Unsplash
Ingin punya pasangan yang berasal dari keluarga baik (bibit), memiliki status sosial ekonomi yang baik (bebet), serta berpendidikan dan memiliki kepribadian yang baik (bobot) memang diidamkan semua orang. Para orang tua sejak dulu pun selalu mengimpikan calon menantu berdasarkan kriteria bibit, bebet, bobot hingga sering dijadikan standar.
Namun kenyataannya bibit, bebet, dan bobot ini tak selamanya bisa menjadi acuan, sebab latar belakang keluarga, status sosial, dan tingkat pendidikan tak sepenuhnya menggambarkan pribadi seseorang.
GenSINDO
Rastianta Rinandani
Universitas Negeri Jakarta
(ita)
Lihat Juga :