Obat Gangguan Ginjal Akut dari Jepang Akhirnya Tiba di Indonesia
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 11:57 WIB
loading...
Obat untuk penanganan gangguan ginjal akut hibah dari Jepang akhirnya tiba di Indonesia pada Jumat malam, 28 Oktober 2022. / Foto: dok. Kemenkes
A
A
A
JAKARTA - Obat untuk penanganan gangguan ginjal akut hibah dari Jepang akhirnya tiba di Indonesia pada Jumat malam, 28 Oktober 2022.
Sebelum digunakan masyarakat, obat Fomepizole sebanyak 200 itu akan diberikan keterangan berbahasa Indonesia terlebih dahulu kemasannya.
"Fomepizole sudah tiba dan akan kami lengkapi dengan package insert berbahasa Indonesia, karena semua informasi dalam bahasa Jepang," tulis Kementerian Kesehatan dalam siaran persnya, Sabtu (29/10/2022).
Baca juga: Akhir Pekan Seru untuk Penggemar Film Venom, Nonton Venom: Let There Be Carnage di Vision+
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril menerangkan kalau obat penanganan keracunan etilen glikol dan dietilen glikol ini adalah hibah dari perusahaan Takeda di Jepang.
Dengan datangnya obat ini, Kemenkes berharap bisa mempercepat pengobatan dan perawatan pasien gangguan ginjal akut. Obat hibah dari Jepan ini pun dipastikan gratis.
Pemerintah, beberapa waktu yang lalu, juga mendatangkan 30 vial obat penangkal racun ini dari Singapura, dan 16 vial dari Australia secara bertahap.
Sebelum digunakan masyarakat, obat Fomepizole sebanyak 200 itu akan diberikan keterangan berbahasa Indonesia terlebih dahulu kemasannya.
"Fomepizole sudah tiba dan akan kami lengkapi dengan package insert berbahasa Indonesia, karena semua informasi dalam bahasa Jepang," tulis Kementerian Kesehatan dalam siaran persnya, Sabtu (29/10/2022).
Baca juga: Akhir Pekan Seru untuk Penggemar Film Venom, Nonton Venom: Let There Be Carnage di Vision+
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril menerangkan kalau obat penanganan keracunan etilen glikol dan dietilen glikol ini adalah hibah dari perusahaan Takeda di Jepang.
Dengan datangnya obat ini, Kemenkes berharap bisa mempercepat pengobatan dan perawatan pasien gangguan ginjal akut. Obat hibah dari Jepan ini pun dipastikan gratis.
Pemerintah, beberapa waktu yang lalu, juga mendatangkan 30 vial obat penangkal racun ini dari Singapura, dan 16 vial dari Australia secara bertahap.
Lihat Juga :