Hina Batik di Acara G20, Youtuber Inggris Minta Maaf usai Diserang Netizen dan Dapat Ancaman Pembunuhan

Kamis, 17 November 2022 - 13:26 WIB
loading...
Hina Batik di Acara G20, Youtuber Inggris Minta Maaf usai Diserang Netizen dan Dapat Ancaman Pembunuhan
Youtuber asal Inggris, Mahyar Tousi, membuat geram netizen Indonesia. Pasalnya, dia dinilai menghina baju batik yang dikenakan oleh para petinggi negara dalam acara KTT G20. Foto/Popular Networth
A A A
JAKARTA - Seorang Youtuber asal Inggris membuat geram netizen Indonesia. Pasalnya, dia dinilai menghina baju batik yang dikenakan oleh para petinggi negara dalam acara KTT G20 yang berlangsung pada Selasa (15/11/2022) dan Rabu (16/11/2022) lalu di Bali.

Lewat cuitannya di Twitter, kreator konten bernama Mahyar Tousi itu mengucapkan kata kasar saat melihat para tamu dari mancanegara mengenakan batik dalam acara tersebut.

“Apa yang dipakai para idi*t itu?” tulis Mahyar Tousi pada Rabu (16/11/2022).

Baca Juga: Profil Kim Keon Hee, Ibu Negara Korea Selatan yang Curi Perhatian di G20 Bali
Hina Batik di Acara G20, Youtuber Inggris Minta Maaf usai Diserang Netizen dan Dapat Ancaman Pembunuhan

Foto/Twitter

Kini, cuitan tersebut telah dihapus olehnya. Mahyar pun kontan diserang oleh netizen Indonesia dan menganggap Youtuber tersebut sudah menghina budaya Indonesia.

Sadar perbuatannya salah, Mahyar lantas menyampaikan permintaan maaf melalui cuitan di Twitter. Ia mengaku mendapat ancaman pembunuhan setelah melakukan aksi tak terpuji itu.

“Menyusul sejumlah ancaman pembunuhan dan pesan dari warga negara Indonesia serta pejabat pemerintah, saya ingin menyampaikan foto ini yang diposting di media sosial oleh banyak dari kita di Inggris yang telah menyebabkan pelanggaran di Indonesia,” tulisnya, dikutip Kamis (17/11/2022).

“Semua budaya dan tradisi memiliki karakteristik uniknya masing-masing dan tidak boleh dihina secara acak, atau dimanfaatkan oleh politisi dan selebritas untuk tujuan mencari perhatian,” lanjutnya.

Baca Juga: Masak di G20 Bali, Chef Arnold Grogi Hadapi Pressure Test RI 1

Mahyar mengaku tak bermaksud menghina budaya maupun negara Indonesia. Ia menjelaskan bahwa dirinya adalah seorang kritikus politik, dan tetap akan memberi kritikan jika yang dikenakan adalah pakaian dari Inggris.

“Tidak ada niat untuk menyinggung tradisi budaya mana pun. Kami akan mengkritik politisi bahkan jika mereka mengenakan hoodie London timur hanya untuk "berhubungan" dengan daerah tersebut. Sekali lagi, saya mohon maaf,” jelasnya.

Permintaan maaf Mahyar Tousi ternyata semakin mendapat hujatan dari netizen Tanah Air. Publik terlanjur sakit hati dengan cuitan Mahyar terkait pakaian batik milik Indonesia.

“Bodo amat, udah ngehina batik sih no mercy,” kata akun @naga*****.

“Orang-orang Indonesia terlanjur terluka,” tambah akun @arr******.
(tsa)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1728 seconds (11.97#12.26)