Memahami Demensia dan Penanganannya, Simak Penjelasan Dokter Spesialis Saraf
Kamis, 17 November 2022 - 22:25 WIB
loading...
A
A
A
Pada edukasi ini, dokter Laura menyampaikan bahwa jenis demensia yang paling sering terjadi adalah penyakit Alzheimer dan demensia vaskular. Alzheimer adalah jenis demensia yang berhubungan dengan perubahan genetik dan perubahan protein di otak. "Sedangkan, demensia vaskular adalah jenis demensia akibat gangguan di pembuluh darah otak," tambahnya.
Lanjut dokter Laura, adapun perbedaan antara pikun dan lupa dengan demensia, yaitu, dari keadaan penderita. Demensia lebih serius untuk ditopang kehidupannya karena demensia disebabkan rusaknya sel saraf dan hubungan antar saraf sel otak yang menyebabkan gangguan kognisi yang mengganggu fungsi sosial, aktifitas dan pekerjaan.
"Faktor resikonya antara lain, pertambahan usia, genetik keluarga, pola makan tidak sehat, jarang berolahraga, dan dapat juga karena merokok dan kecanduan alkohol", ungkapnya. Baca juga: Wajib Tahu, Ini Penyebab Terbesar Anak Muda Bisa Terkena Demensia
Untuk penanganan, sambungnya, screening dan deteksi dini menjadi penting. Sebab, tindakan medis ataupun pengobatan medis modern belum dapat menjamin kesembuhan atau kembali normal pada penderita demensia.
Menurut dokter, apabila sudah ditahapan tertentu, penanganan akan dioptimalkan agar tidak memburuk ke tingkat yang lebih parah. Pemeriksaan saraf, mental dan yang dikenal dengan tes fungsi luhur akan mengawali tindakan diagnosa dan dilanjutkan pemindaian otak, CT scan, MRI atau PET scan dan tindakan pendukung lainnya.
Lanjut dokter Laura, adapun perbedaan antara pikun dan lupa dengan demensia, yaitu, dari keadaan penderita. Demensia lebih serius untuk ditopang kehidupannya karena demensia disebabkan rusaknya sel saraf dan hubungan antar saraf sel otak yang menyebabkan gangguan kognisi yang mengganggu fungsi sosial, aktifitas dan pekerjaan.
"Faktor resikonya antara lain, pertambahan usia, genetik keluarga, pola makan tidak sehat, jarang berolahraga, dan dapat juga karena merokok dan kecanduan alkohol", ungkapnya. Baca juga: Wajib Tahu, Ini Penyebab Terbesar Anak Muda Bisa Terkena Demensia
Untuk penanganan, sambungnya, screening dan deteksi dini menjadi penting. Sebab, tindakan medis ataupun pengobatan medis modern belum dapat menjamin kesembuhan atau kembali normal pada penderita demensia.
Menurut dokter, apabila sudah ditahapan tertentu, penanganan akan dioptimalkan agar tidak memburuk ke tingkat yang lebih parah. Pemeriksaan saraf, mental dan yang dikenal dengan tes fungsi luhur akan mengawali tindakan diagnosa dan dilanjutkan pemindaian otak, CT scan, MRI atau PET scan dan tindakan pendukung lainnya.
Lihat Juga :