Anaknya Meninggal karena GGA, Orang Tua Korban: Tak Semua Pasien Berhasil dengan Antidote
Jum'at, 18 November 2022 - 17:22 WIB
loading...
A
A
A
Safitri juga menjelaskan bahwa kondisi sang anak awalnya sehat, dan hanya mengalami demam. Pada akhirnya bolak-balik untuk pengobatan, sejak 25 September lalu.
Anak pun akhirnya, dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sekitar awal Oktober. Safitri mengaku kondisi anaknya semakin melemah, dan tidak sempat mendapatkan pengobatan antidote Fomepizole yang didatangkan dari luar negeri itu.
"Setelah tanggal 19 Oktober berhasil (ada perbaikan) setelah ada tatalaksana dari IDAI. Kenapa baru datang, seharusnya sejak dari awal jika sudah ada obatnya," katanya seraya menangis.
Dalam kesempatan itu, ia merasa bahwa penyakit GGA belum dipahami oleh masyarakat ataupun para orang tua. Meski demikian, sejauh ini diketahui berdasarkan informasi GGA disebabkan obat sirup yang tercemar EG dan DEG.
Anak pun akhirnya, dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sekitar awal Oktober. Safitri mengaku kondisi anaknya semakin melemah, dan tidak sempat mendapatkan pengobatan antidote Fomepizole yang didatangkan dari luar negeri itu.
"Setelah tanggal 19 Oktober berhasil (ada perbaikan) setelah ada tatalaksana dari IDAI. Kenapa baru datang, seharusnya sejak dari awal jika sudah ada obatnya," katanya seraya menangis.
Dalam kesempatan itu, ia merasa bahwa penyakit GGA belum dipahami oleh masyarakat ataupun para orang tua. Meski demikian, sejauh ini diketahui berdasarkan informasi GGA disebabkan obat sirup yang tercemar EG dan DEG.
(hri)
Lihat Juga :