Unilever Indonesia Gandeng Komunitas Sudah Dong Luncurkan E-Booklet Anti Workplace Bullying
Selasa, 22 November 2022 - 06:06 WIB
loading...
PT Unilever Indonesia kolaborasi dengan komunitas Sudah Dong melalui peluncuran e-booklet bertajuk Sadari, Kenali, Atasi Workplace Bullying di tengah momentum Hari Toleransi Internasional 2022 belum lama ini. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - PT Unilever Indonesia melanjutkan kolaborasi dengan komunitas anti-bullying Sudah Dong melalui peluncuran e-booklet bertajuk Sadari, Kenali, Atasi Workplace Bullying di tengah momentum Hari Toleransi Internasional 2022 belum lama ini.
Panduan yang dapat diakses secara gratis ini ingin mendorong semangat dan komitmen masyarakat untuk memberikan fokus lebih serta melakukan aksi nyata melawan workplace bullying, sekaligus merangkul semakin banyak perusahaan untuk memiliki sistem, struktur, dan kepemimpinan yang berpihak pada anti-bullying.
Kristy Nelwan, Head of Communication PT Unilever Indonesia, Tbk. menyampaikan, pihaknya ingin terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan inklusif, termasuk dengan menerapkan prinsip zero tolerance untuk bullying di tempat kerja.
"Berpegang pada kode etik bernama Respect, Dignity & Fair Treatment (RDFT), kami menindak tegas perilaku menyinggung, mengintimidasi, atau menghina, termasuk segala bentuk pelecehan atau bullying atas dasar perbedaan ras, usia, peran, gender, agama, kondisi fisik, kelas sosial, hingga pandangan politik sekalipun," kata Kristy belum lama ini.
“Hari Toleransi Internasional 2022 menjadi momen yang tepat untuk membangkitkan kesadaran semua pihak untuk menciptakan dunia yang lebih toleran, termasuk mengenai masalah workplace bullying ke masyarakat yang lebih luas,” lanjutnya.
Tindak lanjut dan aksi untuk menghentikan budaya yang sangat toxic ini menjadi semakin penting karena lapangan kerja akan didominasi oleh milenial dan Gen-Z sebagai populasi terbesar di Indonesia, di mana mereka punya kriteria tersendiri dalam memilih tempat kerja.
The Deloitte Global 2022 Gen-Z and Millennial Survey yang melibatkan 14.808 Gen-Z dan 8.412 milenial yang tersebar di 46 negara memperlihatkan bahwa 46% milenial dan Gen-Z di posisi senior memilih untuk menolak pekerjaan di lingkungan yang bertentangan dengan kode etik yang mereka pegang. Selain itu, Gen-Z dan milenial adalah generasi yang sangat mementingkan mental health di tempat kerja.
Panduan yang dapat diakses secara gratis ini ingin mendorong semangat dan komitmen masyarakat untuk memberikan fokus lebih serta melakukan aksi nyata melawan workplace bullying, sekaligus merangkul semakin banyak perusahaan untuk memiliki sistem, struktur, dan kepemimpinan yang berpihak pada anti-bullying.
Kristy Nelwan, Head of Communication PT Unilever Indonesia, Tbk. menyampaikan, pihaknya ingin terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan inklusif, termasuk dengan menerapkan prinsip zero tolerance untuk bullying di tempat kerja.
"Berpegang pada kode etik bernama Respect, Dignity & Fair Treatment (RDFT), kami menindak tegas perilaku menyinggung, mengintimidasi, atau menghina, termasuk segala bentuk pelecehan atau bullying atas dasar perbedaan ras, usia, peran, gender, agama, kondisi fisik, kelas sosial, hingga pandangan politik sekalipun," kata Kristy belum lama ini.
“Hari Toleransi Internasional 2022 menjadi momen yang tepat untuk membangkitkan kesadaran semua pihak untuk menciptakan dunia yang lebih toleran, termasuk mengenai masalah workplace bullying ke masyarakat yang lebih luas,” lanjutnya.
Tindak lanjut dan aksi untuk menghentikan budaya yang sangat toxic ini menjadi semakin penting karena lapangan kerja akan didominasi oleh milenial dan Gen-Z sebagai populasi terbesar di Indonesia, di mana mereka punya kriteria tersendiri dalam memilih tempat kerja.
The Deloitte Global 2022 Gen-Z and Millennial Survey yang melibatkan 14.808 Gen-Z dan 8.412 milenial yang tersebar di 46 negara memperlihatkan bahwa 46% milenial dan Gen-Z di posisi senior memilih untuk menolak pekerjaan di lingkungan yang bertentangan dengan kode etik yang mereka pegang. Selain itu, Gen-Z dan milenial adalah generasi yang sangat mementingkan mental health di tempat kerja.
Lihat Juga :