WHO Akui Ada Bukti Sebaran Virus Corona di Udara
Kamis, 09 Juli 2020 - 12:02 WIB
loading...
WHO bakal mempublikasikan ringkasan ilmiah yang merangkum pengetahuan tentang cara penularan virus dalam beberapa hari mendatang. Foto/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui adanya bukti yang muncul dari penyebaran virus corona baru di udara. Hal itu diungkapkan setelah sekelompok ilmuwan mendesak WHO untuk memperbarui panduannya tentang bagaimana penyakit pernapasan menular antarmanusia.
"Kami telah berbicara tentang kemungkinan transmisi udara dan transmisi aerosol sebagai salah satu mode transmisi COVID-19," kata Pimpinan Teknis Pandemi COVID-19 WHO Maria Van Kerkhove, seperti dilansir Reuters. (Baca Juga: Yakin Covid-19 Bisa Menular lewat Udara, Ratusan Ilmuwan Peringatkan WHO )
WHO sebelumnya mengatakan, virus yang menyebabkan penyakit pernapasan COVID-19 menyebar terutama melalui tetesan kecil yang dikeluarkan dari hidung dan mulut orang yang terinfeksi. Kemudian, virus tersebut dengan cepat tenggelam ke tanah.
Tetapi, dalam sebuah surat terbuka kepada WHO yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases, sebanyak 239 ilmuwan di 32 negara menguraikan bukti yang menunjukkan bahwa partikel virus yang mengambang dapat menginfeksi orang yang menghirupnya.
Hal ini karena partikel-partikel yang dihembuskan yang lebih kecil itu dapat berlama-lama di udara. Oleh karena itu, berdasarkan temuan tersebut, sekelompok ilmuwan tadi mendesak WHO untuk memperbarui panduannya.
"Kami telah berbicara tentang kemungkinan transmisi udara dan transmisi aerosol sebagai salah satu mode transmisi COVID-19," kata Pimpinan Teknis Pandemi COVID-19 WHO Maria Van Kerkhove, seperti dilansir Reuters. (Baca Juga: Yakin Covid-19 Bisa Menular lewat Udara, Ratusan Ilmuwan Peringatkan WHO )
WHO sebelumnya mengatakan, virus yang menyebabkan penyakit pernapasan COVID-19 menyebar terutama melalui tetesan kecil yang dikeluarkan dari hidung dan mulut orang yang terinfeksi. Kemudian, virus tersebut dengan cepat tenggelam ke tanah.
Tetapi, dalam sebuah surat terbuka kepada WHO yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases, sebanyak 239 ilmuwan di 32 negara menguraikan bukti yang menunjukkan bahwa partikel virus yang mengambang dapat menginfeksi orang yang menghirupnya.
Hal ini karena partikel-partikel yang dihembuskan yang lebih kecil itu dapat berlama-lama di udara. Oleh karena itu, berdasarkan temuan tersebut, sekelompok ilmuwan tadi mendesak WHO untuk memperbarui panduannya.
Lihat Juga :